Rabu, 15 April 2026

Luar Negeri

India Minta Bintang Bollywood Putuskan Kontrak dengan Produk China

Konfederasi Pedagang India (CAIT) mendesak para selebritis untuk memutuskan kontrak dengan perusahaan China.

Editor: M Nur Pakar
AFP/Sujit Jaiswal
Aktris Bollywood, Mallika Sherawat (tengah) berpose bersama polisi Mumbai, India pada 13 Juni 2020. 

Menurut CAIT, telah memilih 500 kategori besar yang mencakup 3.000 produk perusahaan China.

Dia meminta pedagang dan konsumen untuk memboikot semuanya.

Daftar itu termasuk produk FMCG, seperti barang mainan, kain, tekstil, bahan bangunan, alas kaki, pakaian, barang dapur.

Bahkan, termasuk koper, tas, kosmetik, barang hadiah, listrik dan elektronik.

India juga sedang mempertimbangkan langkah-langkah ekonomi, termasuk membatasi akses China ke pasar konsumennya yang luas.

Kementerian perdagangan kemungkinan akan mempercepat langkah-langkah untuk mengurangi impor China.

Menurut sebuah laporan oleh Business Standard , pemerintah telah bersiap-siap memberlakukan pembatasan ketat pada impor 371 item.

Termasuk mainan, barang plastik, barang olahraga, bernilai hampir 127 miliar dolar AS.

Barang-barang elektronik, obat-obatan, pakaian, dan barang konsumen dari Tiongkok juga masuk dalam daftar larangan.

Proses ini akan dilakukan dengan menerapkan standar produk, insentif untuk manufaktur dalam negeri.

Kemudian, diskusi dengan para pemangku kepentingan bisnis untuk mengambil sumber dari berbagai negara lain.

Pemerintah India tidak tertarik pada kenaikan tarif pada barang-barang buatan China karena langkah itu bisa menekan manufaktur di India.

Namun, rencana alternatif, disiapkan oleh pemerintah, mempertimbangkan peningkatan bea masuk atas impor 100 barang dari China.

Namun keputusan ini dapat berakibat terganggunya rantai pasokan menurut pejabat.

Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menilai apakah importir India dapat mengambil barang dari negara lain.

Mempertimbangkan hal ini, likuiditas tetap menjadi perhatian utama di sebagian besar sektor.

Tarif yang lebih tinggi dapat memberikan kejutan harga kepada importir.(*)

--

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved