Senin, 13 April 2026

Berita Aceh Utara

Sejumlah Desa di Lhoksukon Kembali Terendam Banjir

“Sekitar pukul 09.30 WIB beberapa gampong sepanjang daerah aliran sungai Krueng Keureuto di wilayah Kecamatan Lhoksukon, telah terendam air banjir...

Penulis: Jafaruddin | Editor: Nurul Hayati
Foto: Polsek Lhoksukon
Sejumlah desa di Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara pada Kamis (18/6/2020) kembali terendam banjir. 

“Sekitar pukul 09.30 WIB beberapa gampong sepanjang daerah aliran sungai Krueng Keureuto di wilayah Kecamatan Lhoksukon, telah terendam oleh air banjir akibat meluapnya air di sungai Krueng Keureuto,” ujar Kapolres Aceh Utara, AKBP Tri Hadiyanto melalui Kapolsek Lhoksukon, Iptu Yussyah Riandi kepada Serambinews.com, Kamis (18/6/2020).

Laporan Jafaruddin I Aceh Utara

SERAMBINEWS.COM, LHOKSIKON – Sejumlah desa di Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara pada Kamis (18/6/2020) kembali direndam banjir.

Banjir diakibatnya meluapnya Krueng Keureuto yang mengelilingi kawasan tersebut.

Sebelumnya, pada Selasa (16/6/2020) sejumlah di Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara juga terendam banjir bersamaan dengan sejumlah desa lainnya dalam Kecamatan Pirak Timu, Matangkuli, Langkahan dann Tanah Luas.

Namun, satu hari kemudian banjir sudah surut.

“Sekitar pukul 09.30 WIB beberapa gampong sepanjang daerah aliran sungai Krueng Keureuto  di wilayah Kecamatan Lhoksukon, telah terendam oleh air banjir akibat meluapnya air di sungai Krueng Keureuto,” ujar Kapolres Aceh Utara, AKBP Tri Hadiyanto melalui Kapolsek Lhoksukon, Iptu Yussyah Riandi kepada Serambinews.com, Kamis (18/6/2020).

Dirincikan, sembilan desa yang terendam di wilayah Lhoksukon Teungoh, Gampong Dayah, Krueng, Meucat, Tuha, Rayeuk, Teungoh, Buloh, Geulumpang, Rawa.

VIDEO - Korea Utara Ledakkan Kantor Penghubung dengan Korea Selatan

“Ketinggian air rata-rata setinggi 50 sampai 80 sentimeter,” ujar Kapolsek Lhoksukon.

Disebutkan, warga sudah mulai mengevakuasi barang-barang, termasuk kenderaan roda dua dan roda empat ke tempat yang lebih tinggi.

Untuk kondisi warga, saat sekarang ini masih bertahan dirumah masing-masing.

“Hingga saat sampai sekarang ini warga belum ada yang mengungsi atau mendirikan dapur umum,” ungkap Iptu Yussyah seraya menambahkan debit air saat ini sudah mulai surut.  

Namun, bila terjadi hujan kembali turun, tidak menutup kemungkinan debit air akan kembali naik. (*)

Sempat Viral Menginap di Gunung untuk Bisa Ikut Ujian, Kampung Veveonah Mosibin Dapat Perhatian

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved