Jumat, 10 April 2026

Luar Negeri

Gadis Pemberani Pakistan, Malala Yousafzai Lulus dari Universitas Oxford

Gadis pemberani asal Pakistan, Malala Yousafzai lulus dari universitas bergengsi Inggris, Oxford.

Editor: M Nur Pakar
Foto: Instagram
Malala Yousafzai (tengah) merayakan kelulusan dari Universitas Oxford bersama anggota keluarganya di Birmingham, Inggris, Jumat (19/6/2020) 

SERAMBINEWS.COM, LONDON - Gadis pemberani asal Pakistan, Malala Yousafzai lulus dari universitas bergengsi Inggris, Oxford.

Aktivis peraih Hadiah Nobel Perdamaian 2014 pindah ke Inggris setelah ditembak karena berkampanye untuk pendidikan anak perempuan di Pakistan.

Dia menggambarkan kegembiraannya pada Jumat (19/6/2020) melalui jejaring sosial Instagram dan Twitter.

Hampir delapan tahun setelah diserang oleh Taliban di bus sekolahnya di Lembah Swat, perempuan 22 tahun itu memposting foto di Twitter.

Dilansir AFP, Jumat (19/6/2020), dia merayakan kelulusannya dari Universitas Oxford bersama seluruh anggota keluarganya.

"Sulit untuk mengungkapkan kegembiraan dan terima kasih saya saat ini ketika menyelesaikan gelar Filsafat, Politik dan Ekonomi saya di Oxford," katanya.

"Aku tidak tahu apa yang akan terjadi dan saat ini, aku akan membaca dan tidur,” katanya.

Foto-foto menunjukkan Malala ditutupi dengan potongan kertas dan busa berwarna cerah dan kue dihiasi dengan kata-kata "Happy Graduation Malala".

Malala Yousafzai menghadiri kampanye pendidikan dan penguatan kapasitas perempuan di Sao Paulo, Brasil pada 9 Juli 2018.
Malala Yousafzai menghadiri kampanye pendidikan dan penguatan kapasitas perempuan di Sao Paulo, Brasil pada 9 Juli 2018. (AFP/Miguel SCHINCARIOL)

Malala pertama kali muncul pada usia 11 tahun dengan sebuah blog untuk layanan berbahasa Urdu BBC.

Gasil cilik itu menggambarkan hidupnya di Swat di bawah Taliban.

India Olok-olok Imran Khan , Alih-alih Beri Bantuan, Utang Pakistan Membengkak

China Adili Dua Pria Kanada, Dituduh Sebagai Spionase

Arab Saudi Tetapkan Fase Ketiga New Normal, 21 Juni Jam Malam Dicabut, Kecuali Mekkah dan Jeddah

Dia ditembak di kepala oleh pembunuh bayaran Taliban pada Oktober 2012.

Setelah diterbangkan ke Inggris untuk perawatan medis untuk menyelamatkan jiwanya, keluarga itu menetap di Birmingham, Inggris tengah.

Dia berada di sekolah di sana ketika mendengar pada 2014 telah memenangkan Hadiah Nobel Perdamaian bersama dengan aktivis India, Kailash Satyarthi

Keduanya mendapat Nobel atas perjuangan melawan penindasan anak-anak dan orang muda dan untuk hak semua anak atas pendidikan."

Dia menjadi peraih Nobel termuda yang pernah ada dan terus berbicara untuk pendidikan anak perempuan di seluruh dunia.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved