Rabu, 15 April 2026

Luar Negeri

India Olok-olok Imran Khan , Alih-alih Beri Bantuan, Utang Pakistan Membengkak

Pemerintah India, Jumat (12/6/2020) mengolok-olok rencana Perdana Menteri (PM) Pakistan Imran Khan membantu negaranya.

Editor: M Nur Pakar
AFP / AAMIR QURESHI
Perdana Menteri Pakistan Imran Khan. (AFP / AAMIR QURESHI) 

SERAMBINEWS.COM, NEW DELHI - Pemerintah India, Jumat (12/6/2020) mengolok-olok rencana Perdana Menteri (PM) Pakistan Imran Khan membantu negaranya.

Pemerintah India mengatakan Pakistan harus terlebih dahulu melihat masalah utangnya sendiri.

PM Pakistan dicemooh oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri India, Anurag Srivastava yang secara terbuka mengkritik Khan.

“Pakistan lebih dikenal mentransfer uang tunai ke rekening bank di luar negara daripada memberikan kepada rakyatnya sendiri," ujar Srivastava.

"Jelas, Imran Khan membutuhkan penasihat baru dan informasi yang lebih baik,” tambahnya,m seperti dilansir TimesNowNews, Jumat (12/6/2020).

Juru bicara itu lebih lanjut mengatakan semua orang menyadari masalah utang Pakistan, sekitar 90 persen dari Produk Domestik Bruto.

“Pakistan sebaiknya harus ingat, mereka memiliki masalah utang sebesar 90% dari PDB mereka," ujarnya.

Dia menjelaskan paket stimulus India sama besarnya dengan PDB Pakistan.

Pembawa Acara TV Klaim PM Pakistan Ingin Berhubungan Seks Dengannya

Gagal Naik Pesawat Pakistan, Satu Calon Penumpang Selamat

Sepertiga Anggota Parlemen Pakistan Terinfeksi Covid-19

PM Pakistan mengklaim pemerintahnya telah mentransfer 1 miliar dolar AS atau sekitar Rp 14 triliun.

Imran mengatakan dana itu diserahkan ke juta keluarga selama sembilan pekan lockdown.

Pakistan memiliki kemampuan untuk menginjakkan kakinya dan Perdana Menteri Imran Khan sekali lagi melakukan hal itu.

Khan pada Kamis (11/6/2020) mengutip media Pakistan mengklaim hampir 34 persen rumah tangga di India tidak akan dapat bertahan lebih dari 7 hari tanpa bantuan ”.

Mengutip laporan berita, PM Pakistan mengatakan:

"Saya siap menawarkan bantuan berbagi program transfer tunai kami yang sukses, dipuji secara internasional atas jangkauan dan transparansi, dengan India," klaimnya.

Imran Khan juga memberikan pernyataan 84 persen rumah tangga India melaporkan penurunan pendapatan sejak lockdown diberlakukan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved