Kamis, 9 April 2026

Luar Negeri

Arab Saudi Cabut Jam Malam Minggu Pagi, Mekkah dan Jeddah Masih Dibatasi

Arab Saudi akan mencabut jam malam untuk mencegah penyebaran COVID-19 mulai hari Minggu (21/6/2020) pukul 06.00 pagi

Editor: M Nur Pakar
AFP/File
Dua wanita berbelanja di sebuah toko di Panorama Mall, Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi pada 22 Mei 2020 untuk mempersiapkan perayaan Idul Fitri 1441 H, walau hanya di rumah. 

SERAMBINEWS.COM, RIYADH - Arab Saudi akan mencabut jam malam untuk mencegah penyebaran virus Corona, COVID-19 mulai hari Minggu (21/6/2020) pukul 06.00 pagi

Jam malam akan dicabut di seluruh negeri, termasuk kota Mekkah dan Jeddah.

Khusus kedua itu, penduduk hanya diizinkan meninggalkan rumah untuk kebutuhan mendesak.

Umrah dan penerbangan internasional tetap ditunda, kata Kementerian Dalam Negeri.

Masuk dan keluar ke Kerajaan melalui darat atau laut juga masih dilarang.

Pertemuan lebih dari 50 orang tidak diizinkan.

Orang-orang harus memastikan mereka mengenakan masker di depan umum.

Bahkan, harus tetap menjaga jarak sosial.

Sedangkan pengeluaran konsumen melonjak 142 persen pada minggu pertama jam malam dicabut dari SR3, 25 miliar menjadi SR7, 85 miliar, termasuk pada hari raya Idul Fitri.

Kasus Virus Corona Arab Saudi Melonjak Jadi 154.233 orang

Arab Saudi Tetapkan Fase Ketiga New Normal, 21 Juni Jam Malam Dicabut, Kecuali Mekkah dan Jeddah

Arab Saudi Desak Muslim Bersatu, Cegah Israel Caplok Lagi Tepi Barat

Namun, toko-toko yang baru dibuka kembali dan orang-orang yang dibebaskan dari penguncian bukan satu-satunya alasan untuk belanja, menurut para ahli.

Spesialis pemasaran, konsumsi dan sosiologi mengatakan kepada Arab News, Sabtu (20/6/2020), lonjakan belanja juga dapat dikaitkan dengan tingginya daya beli warga Saudi.

Hassan M. Somili, asisten profesor komunikasi pemasaran, mengatakan motif pengeluaran berbeda dari orang ke orang.

Tetapi faktor yang paling penting tingkat pendapatan, dimana orang-orang dengan pendapatan lebih rendah cenderung membelanjakan untuk kebutuhan dasar.

Sedangkan mereka yang berpenghasilan lebih tinggi membeli lebih banyak barang-barang mewah.

“Budaya masyarakat ikut bermain di sini dan memiliki dampak besar pada tingkat pengeluaran individu.”

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved