Breaking News:

Rapid Test di Meulaboh

Rapid Test Massal di Meulaboh Dua Sempat Reaktif, Lainnya Dinyatakan Negatif Corona

Hanya dua orang yang reaktif, namun setelah dilakukan hasil swab keduanya juga negatif corona.

SERAMBINEWS.COM/SA’DUL BAHRI
Kepala Dinas Kesehatan Aceh Barat Syarifah Junaidah didamping Kepala Puskesmas Johan Pahlawan Saripah Nur dan drg Rusfa Tursina Ketua Penggalangan Donasi, menyerahkan bantuan APD kepada salah satu puskesmas untuk keperluan medis dalam menangani pencegahan Covid-19, Kamis (23/4/2020) yang berlangsung di Puskesmas Johan Pahlawan di Meulaboh. 

Laporan Sa’dul Bahri | AcehBarat

 

SERAMBINEWS.COM, MEULABOH - Rapid Test massal yang dilakukan kepada 359 orang di Meulaboh menunjukkan hasil negatif.

Hanya dua orang yang reaktif, namun setelah dilakukan hasil swab keduanya juga negatif corona.

Mereka yang menjalani rapid test berasal dari para pejabat di Aceh Barat, ASN, perusahaan, pedagang, Kejaksaan, TNI, mahasiswa, Polri dan pengusaha.

Kepala Dinas Kesehatan Aceh Barat Syarifah Junaidah kepada Serambinews.com, Sabtu (20/6/2020) menjelaskan, dalam test tersebut ada dua orang yang reaktif, namun setelah ada hasil swab oleh petugas kesehatan dibawa ke Banda Aceh ternyata keduanya negatif.

Disebutkan, rapid tes tersebut dengan sasaran utama mereka yang melakukan perjalan jauh.

Sejauh ini Kabupaten Aceh Barat masuk dalam zona hijau.

Tidak ada warga di daerah tersebut yang terinfeksi virus corona. Menyangkut dengan pencegahan penyebaran wabah corona pemerintah setempat terus berupaya melakukan antisipasi pencegahan supaya masyarakat Aceh Barat jangan ada yang terinfeksi corona.

Jalan Nasional Rusak di Perbatasan Nagan Raya-Aceh Barat Butuh Perbaikan

Kritik Keras Pemain Setelah Gagal Raih Gelar Coppa Italia, Pelatih Mulai Dijauhi Cristiano Cs

“Sejuah ini belum ada warga kita di Aceh Barat yang terinfeksi corona, dan kita terus berusaha dan berdoa supaya jangan ada warga yang terinfeksi virus berbahaya itu,” ujar Syarifah Junaidah.

Sementara pada pertengahan Juli mendatang masa puncak melakukan rapid test, sebab banyak mahasiswa dan siswa yang akan melakukan rapid test, karena setiap masuk ke daerah lain atau tempat mereka mondok atau daerah perkuliahan tentu akan diminta surat bebas covid-19.

Stok alat rapid test di Aceh Barat masih tersisa sekitar 200 lebih, sedangkan yang dibutuhkan ke depannya diperkirakan mencapai 2.000 lagi.

Untuk kebutuhan tersebut, pihak dinas akan melakukan koordinasi dulu dengan provinsi, apakah ada bantuan atau tidak, jika memang tidak ada akan segera dilakukan pengadaan di daerah.(*)

Penulis: Sa'dul Bahri
Editor: Ansari Hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved