Breaking News:

Abu Mudi Berharap Bireuen Menjadi Kota Santri

Mengawali pelaksanaan tugas sebagai Bupati Bireuen, Dr H Muzakkar A Gani SH MSi juga dipeusijuek oleh ulama Aceh, Tgk H Hasanoel Bashry

Editor: bakri
FOTO KBR
Teungku Haji Hasanoel Bashry, sedang melaksanakan peusijuk Bupati Bireuen, Dr H Muzakkar A Gani, SH, MSi, Sabtu (20/06/2020) pag 

BIREUEN - Mengawali pelaksanaan tugas sebagai Bupati Bireuen, Dr H Muzakkar A Gani SH MSi juga dipeusijuek oleh ulama Aceh, Tgk H Hasanoel Bashry (Abu Mudi), pimpinan Dayah Mudi Mesjid Raya, Samalanga, Sabtu (20/6/2020) pagi.  Kegiatan itu digelar di ruang aula Dayah Mudi dengan tetap menjalankan protokol Covid-19 disaksikan Sekda Ir Zulkifli, SP, asisten, staf ahli, dan kepala SKPK, camat beserta tengku dayah setempat.

Abu Mudi mengucapkan alhamdulilah dengan dilantik Muzakkar A Ganis ebagai Bupati Bireuen. “Kita sama-sama mendoakan untuk ke depan agar Kabupaten Bireuen lebih baik. Namun, ada satu pengharapan yang belum terpenuhi yaitu Bireuen kita jadikan sebagai kota santri,” ungkap Abu Mudi.

Dijelaskan, istilah kota santri adalah menjiwai islamnya, baik itu bagi santri maupun kepada seluruh masyarakat di Bireuen. "Saya berharap program ini dapat berjalan ke depan," imbuh Abu Mudi. Bupati Bireuen yang duduk di samping Abu Mudi langsung menanggapi bahwa, dulu diawal menjadi sebagai Wakil Bupati, pernah menyampaikan kepada Bupati H Saifannur. Wacana untuk mendeklarasikan Bireuen sebagai kota santri dan di Samalanga ini sebagai pusatnya. "Almarhum bapak Bupati Bireuen H Saifannur saat itu sangat sepakat," tutur Muzakkar.

Oleh karena itu dan memenuhi harapan dari Abu Mudi Samalanga, Insya Allah langkah selanjutnya akan dibicarakan kembali. Pihak berjanji akan meneetapkan dengan Peraturan Bupati (Perbup). Muzakkar menambahkan  yang paling penting, pertama gema kota santri dideklarasikan dan tidak hanya sekedar seremonial saja, tetapi juga dapat didukung dengan kegiatan di pendidikan umum dan pendidikan di dayah.

"Salah satu program berkaitan dengan dana otonomi khusus tahun ini, sudah saya lakukan yakni menganggarkan anggaran Rp 1 milyar, kerjasama dengan teungku-teungku di dayah bisa memberi muatan-muatan pengajian di sekolah pada hari tertentu," ujar Muzakkar.

Sehingga anak-anak jangan saja medapat pendidikan umum saja, tetapi juga diharap setiap hari Senin dan Selasa, juga dapat diisi dengan pengajian bagi siswa-siswi di tingkat SD maupun SMP di Bireuen.(kbr)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved