Berita Banda Aceh

Dua Wanita Tionghoa Korban Terbalik Boat Merupakan Adik Kakak

"Kedua korban bersama keluarga besar mereka sering piknik ke kawasan Tuan Di Pulo, tak jauh dari daratan Ujong Pancu, Aceh Besar."

Penulis: Nasir Nurdin | Editor: Nasir Nurdin
Basarnas/For Serambinews.com
Dua perempuan turunan Tionghoa korban boat terbalik di Kuala Cangkoi Ulee Lheue ketika diberikan pertolongan pompa jantung/RJP (resusitasi jantung paru) oleh tim Basarnas di Dermaga Wisata Kuliner Ulee Lheue sebelum akhirnya dinyatakan keduanya meninggal dunia, Minggu (21/6/2020) sore. 

"Kedua korban bersama keluarga besar mereka sering piknik ke kawasan Tuan Di Pulo, tak jauh dari daratan Ujong Pancu, Aceh Besar."

Laporan Nasir Nurdin | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Dua perempuan, warga turunan Tionghoa yang beralamat di Gampong Mulia, Kecamatan Kuta Alam, Kota Banda Aceh, korban meninggal akibat insiden boat terbalik di perairan Ulee Lheue disebut-sebut bersaudara (adik kakak).

Informasi dari berbagai sumber yang dihimpun Serambinews.com, termasuk dari Keuchik Gampong Mulia, Syukriadi menyebutkan, kedua korban tersebut adalah Lay Foeng Moy (70) dan Lay Lie Phin (65).

Informasi yang belum mendapatkan konfirmasi langsung dari keluarga korban menyebutkan, Lay Foeng Moy merupakan ibu mertua dari Fuksun (Sumardi), salah seorang pengusaha toko emas di Banda Aceh.

Sedangkan Lay Lie Phin disebut-sebut adik dari Lay Foeng Moy, sehari-hari berjualan sarapan pagi di kawasan Pecinan (Jalan Kartini, Peunayong), Banda Aceh.

BREAKING NEWS - Boat Rombongan Tionghoa Terbalik di Kuala Ulee Lheue, Dua Meninggal

Tim Jibom Ledakkan Benda Asing yang Dicurigai Bahan Peledak di Jembatan Fly Over Simpang Surabaya

Singapura Gelontorkan Ratusan Triliun Rupiah Setelah Masa Pandemi Corona

Kedua korban beralamat di Jalan Maimun Saleh, Dusun Pocut Meurah Inseun, Gampong Mulia, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh.

Diinformasikan juga, kedua korban bersama keluarga besar mereka sering piknik ke kawasan Tuan Di Pulo, tak jauh dari daratan Ujong Pancu, Kecamatan Peukan Bada, Aceh Besar.

 Satu boat 9 orang

Kepala Basarnas Banda Aceh, Budiono SE MM dalam laporannya yang diterima Serambinews.com menyebutkan, boat yang terbalik itu berpenumpang 9 orang.

Lokasi kejadian di perairan Ulee Lheue, Kecamatan Meuraxa, Kota Banda Aceh.

Menurut Budiono, sekitar pukul 16.00 WIB, boat tersebut berangkat dari Dermaga Ujong Pancu, Aceh Besar ke Ulee Lheue.

Kasus Corona Melonjak, New Delhi Batalkan Cuti Staf Medis

Mengenal Kim Yo Jong, Suksesor Kim Jong Un yang Dikenal Dingin dan Galak

Sekitar setengah jam kemudian boat diempas ombak dan terbalik. Tujuh penumpangnya berhasil diselamatkan oleh nelayan yg sedang melintas sedangkan dua orang dilaporkan hilang.

Tak lama kemudian pihak Basarnas menerima info kejadian dari Polsek Ulee Lheue. Menjelang pukul 17.00 WIB, Tim Rescue Basarnas Banda Aceh digerakkan ke lokasi menggunakan 1 unit rescue car dilengkapi 1 unit rubber boat dan 1 unit RIB dengan palsar air dan peralatan komunikasi.

Pada pukul 17.00 WIB operasi SAR mencari korban hilang menggunakan searider/RIB dan rubber boat dimulai.

“Dalam waktu tak sampai setengah jam, kedua korban ditemukan di sekitar lokasi kejadian dalam keadaan meninggal dunia. Keduanya dievakuasi ke RSUDZA Banda Aceh,” lapor Budiono.

Identitas korban meninggal, menurut data Basarnas adalah Amoy/perempuan (70) dan Apin/perempuan (65). Keduanya warga Gampong Mulia, Kecamatan Kuta Alam, Kota Banda Aceh. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved