Breaking News
Selasa, 2 Juni 2026

Luar Negeri

Kasus Virus Corona Arab Saudi 161.657 Orang, Bertambah 3.392 Orang

Kasus harian virus Corona Arab Saudi terus bertambah 3.000-an per hari. Dalam laporan terbaru Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Arab Saudi, Senin

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
AFP/FAYEZ NURELDINE
Tiga wanita memasuki gedung bioskop di Riyadh, Arab Saudi, Senin(22/6/2020). 

SERAMBINEWS.COM, RIYADH - Kasus harian virus Corona Arab Saudi terus bertambah 3.000-an per hari.

Dalam laporan terbaru Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Arab Saudi, Senin (22/6/2020) malam, terdapat 3.392 kasus baru.

Penambahan kasus harian itu, meningkatkan jumlah warga yang terpapar virus Corona Arab Saudi, menjadi 161.657 orang.

Kemenkes Arab Saudi melaporkan untuk pertama kalinya, lebih banyak yang pulih daripada kasus baru.

Pada Senin (22/6/2020), dilaporkan 4.045 pasien virus Corona telah pulih.

Sehingga jumlah total yang telah pulih dari virus Corona sebanyak 105.175 orang.

Tetapi, pasien virus Corona yang dirawat juga masih tinggi, 55.830 orang.

Dilansir ArabNews, Senin (22/6/2020) malam, Arab Saudi juga mencatat 40 kematian baru virus Corona.

Sehingga, kematian terkait virus Corona meningkatkan menjadi 1.307 orang.

Arab Saudi telah mereda pembatasan penguncian virus Corona minggu ini.

Tetapi, warga harus tetap berhati-hati dengan kehidupan normal di tengah pandemi yang sedang berlangsung.

Apalagi, Kemenkes Arab Saudi menegaskan virus Corona belumlah berlalu, sehingga warga harus tetap menjaga protokol kesehatan.

Kasus Virus Corona Arab Saudi Terus Meroket, Kematian Capai 1.267 Orang

Arab Saudi Tetapkan Fase Ketiga New Normal, 21 Juni Jam Malam Dicabut, Kecuali Mekkah dan Jeddah

Arab Saudi Desak Muslim Bersatu, Cegah Israel Caplok Lagi Tepi Barat

Virus Corona Dunia

Sementara itu, Sekjen WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, Senin (22/6/2020) mengatakan telah terjadi percepatan penyebaran virus Corona.

Dia mengatakan penambahan kasus virus Corona sudah bertambah 1 juta orang, hanya dalam delapan hari.

Padahal, katanya, sebelumnya butuh waktu tiga bulan untuk penambahan kasus baru virus Corona.

Jumlah infeksi yang dilaporkan melonjak terjadi di Brasil, Irak dan India, seperti dilansir AP, Senin (22/6/2020).

Termasuk negara bagian selatan dan barat AS, membuat rumah sakit kewalahan.

Hampir 9 juta orang telah terinfeksi virus di seluruh dunia dan lebih dari 468.000 telah meninggal.

Hal tersebut laporan yang dikumpulkan oleh Universitas Johns Hopkins.

Sedangkan kecepatan virus Corona dalam menjangkit manusia semakin tinggi dalam sepekan terakhir ini di seluruh dunia.

Seperti sistem perawatan kesehatan di India telah hancur oleh virus, dimana sekitar 15.000 orang dilaporkan terinfeksi pada Senin (22/6).

Menjadikan 425.282 orang terinfeksi visus dan lebih dari 13.000 kematian.

Setelah mengurangi penguncian nasional, pemerintah India menjalankan kereta khusus untuk mengembalikan ribuan pekerja migran ke desa.

Hampir 90% dari distrik termiskin di India memiliki kasus.

Meskipun wabah tetap berpusat di negara bagian Delhi, Maharashtra dan Tamil Nadu, yang merupakan rumah bagi kota-kota besar.

Di Pakistan, infeksi semakin cepat dan rumah sakit harus mengubah pasien, dengan kasus baru hingga 6.800 orang sehari.

Pemerintah telah melonggarkan pembatasan pandemi, berharap untuk menyelamatkan ekonomi yang hampir hancur.

Dengan alasan, jumlah orang yang jatuh miskin telah meningkat menjadi 40% dari populasi 220 juta orang.

Di Irak, pekerja bermasker menyiapkan bangsal virus Corona di area pameran luas di Baghdad.

Lonjakan infeksi yang lama ditakuti membuat rumah sakitnya kewalahan.

Lebih dari dua pertiga dari kematian baru akhir-akhir ini telah dilaporkan di Amerika.
Virus corona telah membunuh sekitar 120.000 orang di seluruh AS.

Lebih dari 50.000 orang di Brasil dan hampir 22.000 orang di Meksiko.

Pihak berwenang AS telah melaporkan lebih dari 30.000 infeksi baru per hari baru-baru ini.

Tetapi di New York City, yang pernah menjadi pusat penyebaran AS, Senin (22/6/2020) mencabut banyak pembatasan.

Namun Eve Gonzalez, seorang pekerja industri makanan di New York yang pekerjaannya belum dilanjutkan, merasa terlalu dini.

"Saya ingin sekali keluar, tetapi kesehatan masyarakat lebih penting," kata Gonzalez.

Infeksi telah melambat di Cina dan Korea Selatan, menunjukkan beberapa kemajuan dalam membendung wabah terbaru mereka.

Korea Selatan melaporkan 17 kasus baru, turun menjadi di bawah 20 orang dalam hampir sebulan.

Peningkatan di Beijing dalam satu digit untuk pertama kalinya dalam delapan hari.

Selain itu, Badan AIDS PBB, memperingatkan pandemi dapat membahayakan pasokan obat-obatan penderita AIDS di negara-negara berkembang.

UNAIDS mengatakan penguncian dan penutupan perbatasan untuk menghentikan penyebaran COVID-19 mempengaruhi produksi dan distribusi obat-obatan.

Sehingga dapat mengakibatkan biaya lebih tinggi dan kekurangan pasokan dalam dua bulan ke depan.

Tahun lalu, UNAIDS memperkirakan lebih dari 24 juta orang menggunakan obat anti-retroviral untuk menyelamatkan jiwa.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved