Luar Negeri
Kasus Virus Corona Arab Saudi Terus Meroket, Kematian Capai 1.267 Orang
Kasus virus Corona Arab Saudi terus meroket dalam sepekan terakhir ini, khususnya jumlah kematian mencapai 1.267 orang.
SERAMBINEWS.COM, RIYADH - Kasus virus Corona Arab Saudi terus meroket dalam sepekan terakhir ini, khususnya jumlah kematian telah mencapai 1.267 orang.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Arab Saudi, Minggu (21/6/2020) malam mengumumkan korban harian virus Corona.
Dalam laporan itu, tercatat 37 pasien virus Corona Arab Saudi meninggal dunia, sehingga jumlahnya telah mencapai 1.267 orang.
Hari Minggu (21/6/2020) merupakan hari pertama pencabutan jam malam, kecuali Mekkah dan Jeddah.
Dalam laporan disebutkan, sebanyak 3.379 warga Arab positif virus Corona, seiring skrining digencar dilaksanakan.
Dengan demikian jumlah total korban virus Corona Arab Saudi sudah berjumlah 157.612 orang.
Kemenkes Arab Saudi juga mengumumkan 2.213 pasien telah pulih dari virus Corona.
Sehingga jumlah total pemulihan menjadi 101.130 orang atau 64 persen dari total korban virus Corona.
Dari jumlah itu, masih terdapat pasien virus Corona yang dirawat dengan jumlah 56.482 orang.
Dalam konferensi pers Minggu (21/6/2020), Kemenkes Arab saudi mengatakan warga harus tetap berhati-hati atas pencabutan jam malam.
• Kasus Virus Corona Arab Saudi Melonjak Jadi 154.233 orang
• Arab Saudi Cabut Jam Malam Minggu Pagi, Mekkah dan Jeddah Masih Dibatasi
• Arab Saudi Tetapkan Fase Ketiga New Normal, 21 Juni Jam Malam Dicabut, Kecuali Mekkah dan Jeddah
Dia menegaskan harus mempertahankan kebiasaan baru untuk menghadapi virus Corona.
Dikatakan, harus tetap menjaga jarak sosial untuk melawan penyebaran virus.
Kemenkes kembali menegaskan Kerajaan telah menjadi normal, tetapi memperingatkan bahaya belum berlalu.
Sedangkan Kementeria Kesehatan Iran, Minggu (21/6/2020 melaporkan lebih dari 100 kematian baru akibat virus Corona selama tiga hari berturut-turutu.
Dikatakan, wabah belum mencapai puncaknya di negara yang terus dilanda bencana, baik ekonomi atau pun virus Corona.
Iran melaporkan pertama kali pada 19 Februari dan sejak itu berjuang untuk mengatasi wabah itu, yang paling mematikan di Timur Tengah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/hari-pertama-pencabutan-jam-malam-di-arab-saudi.jpg)