Jumat, 1 Mei 2026

Luar Negeri

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un Tertawakan Presiden AS Donald Trump

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menertawakan Presiden AS Donald Trump ketika mengomentari relasi pribadi mereka.

Tayang:
Editor: Faisal Zamzami
Trump dan kim jong un 

SERAMBINEWS.COM, WASHINGTON DC - Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menertawakan Presiden AS Donald Trump ketika mengomentari relasi pribadi mereka.

Pernyataan itu disampaikan mantan Penasihat Keamanan Nasional John Bolton, jelang perilisan bukunya yang membuat geram sang presiden.

Dalam wawancara dengan ABC News, Bolton ditanya jurnalis Martha Raddatz apakah Trump sungguh memercayai bahwa Kim Jong Un menyukai dirinya.

Penasihat yang dipecat pada September 2019 itu menjawab, dia tidak melihat sang Pemimpin Korea Utara benar-benar serius dengan relasi itu.

"Saya kira Kim Jong Un tertawa mendengarnya. Surat itu, yang ditunjukkan presiden, ditulis oleh pejabat di Partai Buruh Korut," jelas John Bolton.

Dia menyatakan, presiden 74 tahun itu menganggap surat yang diberikan oleh Pyongyang merupakan tanda persahabatan dalam mereka.

Dilansir AFP Senin (22/6/2020), Bolton menganggap Trump tidak layak menjadi Presiden AS, dan berharap dia hanya menjabat selama satu periode.

"Saya berharap (sejarah) akan mengingatnya sebagai presiden satu periode yang tidak menjerumuskan negara terlalu dalam ke dalam pusaran yang bisa kita lupakan," paparnya.

Dia menuturkan pada Pilpres AS November nanti, dia tidak akan memilih baik mantan atasannya tersebut maupun rivalnya dari Demokrat, Joe Biden.

Gedung Putih sudah berusaha untuk menghentaikan buku itu.

Tapi pada Sabtu (20/6/2020), hakim membatalkan gugatan itu karena menganggap sudah terlambat untuk menghalanginya.

"Habis kesabaran"

Buku Bolton, The Room Where it Happened, berisi pengalamannya selama 17 bulan mendampingi Trump sebelum didepak pada September 2019.

Dia menuturkan, "kesabarannya sudah habis" ketika melihat atasannya itu mengundang Taliban ke Camp David, dan membuatnya mantap untuk mundur.

Dalam bukunya, yang dituding fiksi oleh Trump, mengungkapkan bagaimana sang presiden meminta bantuan kepada Presiden China Xi Jinping.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved