Tenaga Medis Terinfeksi Covid-19
Jumlah warga Aceh yang terinfeksi virus Corona (Covid-19) terus bertambah secara signifikan
* Bertambah 11 Lagi Pasien Corona di Aceh
BANDA ACEH - Jumlah warga Aceh yang terinfeksi virus Corona (Covid-19) terus bertambah secara signifikan. Dalam sehari pada Sabtu (20/6/2020), bertambah lagi 11 orang yang terinfeksi. Empat di antaranya tenaga medis (perawat). Sejak pandemi ini mewabah di Aceh pada Maret lalu, baru kali ini ada perawat yang terinfeksi virus Corona, bahkan sampai empat orang sekaligus.
Pasien pertama yang hasil swab-nya positif Covid-19 berinisial SS (27), perempuan, staf salah satu puskesmas di Aceh Tamiang. Menurut Kadis Kesehatan Aceh, dr Hanif, SS diketahui positif Covid-19 berdasarkan hasil swab (real time polymerase chain reaction atau RT PCR) di Laboratorium (Lab) Balitbangkes Aceh, Sabtu (20/6/2020) sore. "Dia diswab karena saat di-rapid test di Tamiang hasilnya positif. Dan ternyata hasil swabnya juga positif," kata Hanif menjawab Serambi di Banda Aceh, Minggu (21/6/2020) pagi
Sementara pada Sabtu (20/6/2020) malam, keluar juga hasil uji swab dari Lab Balitbangkes Aceh yang menyebutkan ada lagi sepuluh orang yang terjangkit virus Corona di Aceh. Lima orang berasal di Banda Aceh dan lima lagi dari Aceh Besar. Mereka yang berdomisili di Banda Aceh adalah M (32) dan H (40), keduanya pria, serta DE (29) dan HY (36), dua-duanya perempuan. Keempat orang ini berprofesi sebagai perawat di Ruang Respiratory Intensive Care Unit (RICU) Rumah Sakit Umum dr Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh.
Berdasarkan catatan Serambi, sejak Maret lalu puluhan pasien Corona sudah diisolasi dan dirawat di ruang RICU RSUZA, tapi baru kali ini ada perawat yang terinfeksi virus corona, bahkan sampai empat orang sekaligus.
Menurut Direktur RSUZA, Dr dr Azharuddin SpOT K-Spine FICS, keempat perawat tersebut kini dirawat di ruang RICU rumah sakit itu. Sedangkan seluruh pasien lain yang umumnya berasal dari Lhokseumawe dan Aceh Utara dipindah ke Ruang Pinere RSUZA yang lokasinya tak berjauhan. Sementara itu, satu orang lagi warga Banda Aceh yang terinfeksi Covid-19 berdasarkan hasil lab yang keluar Sabtu (20/6/2020) malam adalah AR (54), pegawai negeri. Ia ber-KTP Semarang, Jawa Tengah.
Menurut Kadis Kesehatan Aceh, dr Hanif, AR sudah ditanyai dan dia mengaku tidak pernah ke luar dari Banda Aceh dalam dua bulan terakhir. Jadi, kata Hanif, AR diduga mengalami penularan lokal (local transmission), hal yang belakangan ini banyak terjadi di klaster Lhokseumawe dan Aceh Utara.
Adapun lima orang lainnya yang terinfeksi corona dan bermukin di Aceh Besar semuanya punya hubungan dengan Suk (63), warga Brandan Barat, Sumatera Utara yang meninggal di RSUZA Banda Aceh pada Rabu, 17 Juni 2020 siang. Selain positif Covid-19, Suk juga memiliki dua penyakit penyerta, yakni pneumonia dan diabetes mellitus.
Orang-orang terdekat almarhum Suk yang terinfeksi virus corona berdasarkan data laboratorium yang keluar pada 20 Juni 2020 adalah istrinya, Na (63), serta anak perempuan mereka yaitu Sus (37) dan suaminya LS (38) atau menantu Suk dan Na. Dua orang lagi yang juga terinfeksi Corona adalah cucu Suk (anak pasutri LS dan Sus), yakni BA (12), perempuan dan AB (4,5 tahun), laki-laki.
Kelima mereka merupakan penduduk tetap Aceh Besar. Hanya Na yang menginap sementara. Warga Binjai, Sumatera Utara ini datang bersama suaminya, Suk, ke Aceh untuk mengunjungi anak dan menantu serta cucu mereka. Tapi, takdir berkata lain, sang suami meninggal saat dirawat di RSUZA Banda Aceh.
Selain nama-nama tersebut, masih ada dua pasien lagi yang hasil swab-nya positif Corona, pada Sabtu (20/6/2020) malam. Mereka adalah MN (18) dan Yus (43), keduanya perempuan, warga Lhoksukon, Aceh Utara. Mereka bukan merupakan pasien baru, tapi pasien positif Corona rujukan Rumah Sakit Umum Cut Meutia (RSUCM) Aceh Utara yang sedang dirawat di RSUZA. "Hasil swab mereka ternyata masih positif Covid-19," kata Azharuddin.
Ia menambahkan, semua pasien yang baru dinyatakan positif Corona itu sekarang sudah berada di RSUZA untuk menjalani isolasi dan perawatan. Hanya pasien SS yang masih berada di Aceh Tamiang, belum dirujuk ke RSUZA atau besar kemungkinan dia akan dirawat di RSUD Zubir Mahmud, Idi, Aceh Timur, seperti pasien sebelumnya, mengingat Tamiang lebih dekat ke Idi daripada ke Banda Aceh.
Pada bagian lain, Azharuddin mengatakan, pada Selasa atau Rabu pekan depan pihaknya akan melakukan opening Pinere 2. Di tempat baru ini tersedia 24 ruang isolasi. "Hingga hari ini (kemarin-red) kesiapan ruang itu sudah 90 persen," katanya.
Azhar juga menyebutkan, pada Minggu (21/6/2020) pagi, tim RSUZA rapat dengan Dinas Kesehatan Aceh dan Posko Covid-19 Aceh. "Tugas urgen selanjutnya adalah tracing semua suspect paparan, dengan siapa saja, di mana saja, dan kapan mereka kontak dengan orang lain," ungkap Azharuddin.
Dengan bertambahnya sebelas pasien positif corona di Aceh (satu di Aceh Tamiang, lima di Banda Aceh, dan lima di Aceh Besar), maka total warga yang terinfeksi Corona di Aceh menjadi 49 orang. Dari jumlah itu, dua orang meninggal, 20 orang sembuh, dan selebihnya sedang dirawat di sejumlah rumah sakit rujukan baik di provinsi maupun kabupaten/kota. (dik)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/direktur-rsuza.jpg)