Luar Negeri
Badan Intelijen AS Sebut China Perintahkan Serangan, India Minta China Tarik Pasukan
Beberapa hari setelah 20 tentara India tewas, muncul sebuah laporan baru. Pertempuran tangan kosong selama berjam-jam di Lembah Galwan pada Senin
Dalam pembicaraan itu, India mendesak pemulihan status quo di semua wilayah Ladakh timur termasuk Pangong Tso.
Secara terpisah, komandan-komandan tinggi militer di sebuah konferensi di Delhi pada Senin mengadakan musyawarah terperinci tentang kebuntuan Ladakh timur.
Termasuk situasi keseluruhan di sepanjang Garis Kontrol Aktual, kata sumber-sumber resmi.
Pada hari pertama konferensi dua hari itu, Panglima Angkatan Darat, Jenderal MM Naravane melihat kesiapan keamanan India di sepanjang LAC dengan Cina.
Wilayah itu, Ladakh, Arunachal Pradesh, Uttarakhand dan Himachal Pradesh.
Jenderal Naravane kembali mengunjungi Leh pada Selasa (23/6/2020) sore untuk mengetahui kesiapan operasi Angkatan Darat di wilayah tersebut.
Pemerintah telah memberikan "kebebasan penuh" kepada angkatan bersenjata, yang dikerahkan di sepanjang perbatasan de-facto 3.500 km dengan China.
Bahkan, untuk memberikan tanggapan yang sesuai terhadap segala kesalahan China.
Menteri Pertahanan India, Rajnath Singh meninjau situasi di Ladakh timur pada pertemuan dengan petinggi militer pada Minggu (21/6/2020).
Tentara telah mengirim ribuan pasukan tambahan ke lokasi-lokasi di sepanjang perbatasan dalam satu minggu terakhir.
India juga telah memindahkan sejumlah besar pesawat Sukhoi 30 MKI, Jaguar, Mirage 2000 dan helikopter serang Apache ke beberapa pangkalan udara.
Termasuk Leh dan Srinagar setelah bentrokan itu.
Delegasi India pada perundingan di Moldo dipimpin oleh Komandan 14 Korps Letnan Jenderal Harinder Singh.
China dipimpin Komandan Distrik Militer Tibet.
Dalam percakapan telepon dengan timpalannya dari China, Wang Yi, Menteri Luar Negeri India, S Jaishankar menyebut bentrokan itu sebagai tindakan yang direncanakan.
China dianggapnya bertanggung jawab langsung atas insiden tersebut.
Para prajurit Tiongkok menggunakan batu, tongkat bertabur paku, batang besi dan pentungan dalam serangan brutal terhadap tentara India.
Setelah bentrokan, kedua belah pihak mengadakan setidaknya tiga putaran pembicaraan tingkat Mayor Jenderal.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/heli-tempur-india-di-lembah-galwan.jpg)