Breaking News:

Waspada Covid 19 di Gayo Lues

Baru Datang dari Zona Merah 16 Warga di Gayo Lues Diobservasi di Gedung BLK

Sebanyak 16 orang yang baru kemabali dari zona merah, diobservasi selama 6 jam untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona.

Serambinews.com
Gedung BLK di Desa Lempuh kecamatan Blangkejeren yang merupakan tempat karantina Covid-19 di Kabupaten Galus. 

Laporan Rasidan | Gayo Lues

SERAMBINEWS.COM, BLANGKEJEREN - Baru pulang dari luar daerah yang masuk kategori zona merah, 16 orang warga di kabupaten Gayo Lues (Galus) menjalani observasi di gedung BLK yang berada di desa Lempuh kecamatan Blangkejeren kabupaten tersebut, oleh tim gugus tugas pencegahan dan penanganan Covid-19, Selasa (23/6/2020).

Berdasarkan informasi yang diperoleh Serambinews.com, para warga yang menjalani observasi di gedung BLK tempat warga dikarantina dan diisolasi tersebut merupakan warga Galus  yang baru datang atau baru pulang dari luar daerah sebagai zona merah tersebut yang masuk dan kembali ke kabupaten Galus tersebut.

Koordinator Pencegahan dan Penanganan  Covid-19 Galus di Gedung BLK, dr Neverizal, kepada Serambinews.com, Selasa (23/6/2020) mengatakan, ruangan karantina dan isolasi di gedung BLK tersebut saat ini sudah  kosong.

Bahkan sekitar pukul 11.00 WIB menjelang siang tadi sebanyak 16 orang dipulangkan kerumahnya masing-masing,  setelah sempat dilakukan observasi selama 6 jam lebih kurang karena baru datang (pulang) dari zona merah.

Neverizal mengatakan, untuk setiap pendatang baru atau warga yang baru pulang dari zona merah tersebut tetap dilakukan observasi di gedung BLK tersebut oleh tim gugus tugas itu.

Observasi tersebut dilakukan sekitar 6 jam lebih kurang dan apabila tidak gejala maupun mengalami demam bagi yang bersangkutan selama diobservasi di BLK itu, kemudian baru dipulangkan kerumahnya masing-masing.

"Sejauh ini untuk warga yang dikarantina di gedung BLK Galus tersebut masih nihil atau sudah kosong. Namun sebelumnya ada 3 warga Galus yang baru pulang dari Malaysia sempat diobservasi selama tiga baru dipulangkan dan dilakukan karantina mandiri di rumahnya oleh keluarga yang bersangkutan sebagai penjamin," sebutnya.

Anak Ini Hampir Telan Limpan Dalam Sedotan Minuman, Ibunya Sempat Lihat Ada yang Bergerak 

Mantan PM India Kecam Pemerintah, Pertikaian dengan China Bisa Jadi Krisis Besar

Suami 3 Tahun Ngaku Bokek Tak Punya Uang, Istri Bongkar Pipa dan Kaget Temukan Tumpukan Uang Suami

Dikatakan, 16 orang yang sempat diobservasi di gedung BLK itu baru dipulangkan yakni setelah menjalani observasi dari pukul 05.00 WIB pagi yang baru tiba (masuk)  dari Medan menggunakan jasa pengangkutan umum  taksi malam dan Mopen L300.

Setelah mereka menjalani observasi tersebut kemudian baru dipulangkan sekitar pukul 11.00 WIB, karena tidak ada gejala dan tidak mengalami demam sama sekali selama menjalani observasi tersebut.

"Warga yang diobservasi selama ini dilakukan untuk 6 jam di gedung BLK tersebut, bahkan kalau mengalami demam atau suhu badan tiba-tiba naik, kemudian dilakukan pemeriksaan setiap tiga jam sekali, bahkan kalau tidak ada perubahan sama sekali selanjutnya dilakukan observasi selama tiga dan dilakukan rapid test," sebutnya.(*)

Kisah Sedih Rachmat, 3 Anaknya Hilang secara Misterius, Sempat Titip Kunci Lalu Pergi Tak Kembali

Tips Baterai Ponsel tidak Cepat Rusak, Lakukan ini Agar Ponsel Anda Awet

India Pastikan Tidak Kirim Jamaah Haji, Biaya Haji Ditransfer Langsung

Penulis: Rasidan
Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved