Luar Negeri
Kasus Virus Corona Arab Saudi 164.796 Orang, Dunia 9 Juta Lebih
Dalam laporan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Arab Saudi, Selasa (23/6/2020) malam, ditemukan 3.139 kasus baru.
Hal itu seiring lockdown atau penguncian dilonggarkan, sehingga warga mulai keluar rumah.
Jerman kembali menghadapi virus, di mana ratusan orang terinfeksi di rumah jagal.
Seorang ahli AS terkemuka menuju ke Capitol Hill saat-saat penuh perjuangan AS melawan virus itu.
Peningkatan yang cepat dalam kasus-kasus di AS Selatan dan Barat menimbulkan kekhawatiran baru, gelombang kedua virus.
Negara-negara bagian dibuka kembali dan banyak orang Amerika menolak mengenakan masker karena alasan politik,
Bahkan, menolak membatasi kontak atau jarak sosial.
Sehingga, Amerika Serikat memiliki infeksi dan kematian terbanyak di dunia.
Dilaporkan, 2,3 juta kasus telah dikonfirmasi dan lebih dari 120.000 kematian terkait virus, menurut penghitungan Universitas Johns Hopkins.
Anthony Fauci, pakar penyakit menular top AS, memberikan kesaksian di hadapan komite dewan.
Beberapa hari setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan dalam sebuah rapat umum di Oklahoma.
Dia telah meminta para pejabat untuk memperlambat pengujian karena terlalu banyak kasus positif yang muncul.
Kantor Trump kemudian mengklaim dia bercanda.
Di Jerman, lebih dari 1.550 orang dinyatakan positif virus Ccoro di rumah jagal Toennies di Rheda-Wiedenbrueck.
Bahkan, ribuan pekerja dan anggota keluarga ditempatkan di bawah karantina untuk mencoba menghentikan wabah tersebut.
Pada Selasa (23/6/2020), Gubernur negara bagian Rhine-Westphalia Utara, Armin Laschet, mengatakan akan diberlakukan pembatasan gerakan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/pelabuhan-kota-jeddah-arab-saudi.jpg)