Abutment Jembatan Amblas Lagi, Akses ke Sejumlah Desa di Seunagan Terganggu
Abutment jembatan rangka baja di Alue Buloh, Kecamatan Seunagan, Nagan Raya pada Rabu (24/6/2020), kembali amblas
SUKA MAKMUE - Abutment jembatan rangka baja di Alue Buloh, Kecamatan Seunagan, Nagan Raya pada Rabu (24/6/2020), kembali amblas. Akibatnya, akses menuju ke sejumlah desa di Kecamatan Seunagan terganggu. Bupati Nagan Raya, HM Jamin Idham bersama Dandim 0116 Letkol Inf Guruh Tjahyono, dan Kapolres AKBP Risno, serta Kadis PUPR Ardi Martha, Kepala Bappeda Abdul Latif, dan Kadis Lingkungan Hidup T Hidayat, plus Muspika Seunagan meninjau ke jembatan tersebut, Rabu kemarin.
Pantauan Serambi, abutment jembatan yang amblas itu terjadi pada dua sisi. Ironisnya, abutment itu juga amblas beberapa waktu lalu, sehingga ditangani darurat supaya jalur tersebut bisa kembali lancar. Namun sayangnya, pada Rabu kemarin, kerusakan di abutment jembatan itu kembali terjadi. Bahkan, ekses amblasnya satu sisi abutment membuat rangka baja mulai miring sehingga jembatan itu terancam ambruk.
Bupati Nagan Raya, HM Jamin Idham didampingi Kadis PUPR, Ardhi Martha mengaku, pemkab akan menangani kerusakan tersebut secara darurat dalam waktu dekat, sehingga akses warga melintasi jembatan rangka baja Alue Buloh bisa kembali lancar. “Untuk jangka pendek, kerusakan abutment jembatan Alue Buloh akan ditangani secara darurat,” kata Bupati HM Jamin Idham, kemarin.
Menurut Bupati, pihaknya akan duduk kembali dengan sejumlah dinas teknis membahas langkah penanganan kerusakan jembatan rangka baja itu dalam jangka panjang. Sebab, bebernya, kondisi rangka baja pada sebuah sisi jembatan sudah miring, sehingga sewaktu-waktu bisa ambruk. “Kita akan bicara lebih lanjut hasil dari peninjuan ini,” tukasnya.
Pada bagian lain, Kadis PUPR Nagan Raya, Ardi Martha mengungkapkan, pada tahun 2019 lalu, pihaknya pernah menganggarkan dana untuk penanganan abutment jembatan rangka baja Alue Buloh. Namun waktu itu, papar Ardi Martha, diturunkan tim teknis dari Universitas Teuku Umar (UTU) Meulaboh, Aceh Barat sehingga dihasilkan sejumlah rekomendasi untuk penanganan jembatan tersebut.
Sementara itu, Kodim 0116/Nagan Raya dalam kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-108 Tahun 2020, membuka akses jalan sepanjang 1.000 meter (1 kilometer) dengan lebar 12 meter. Akses jalan yang dimulai dari Desa Tuwi Buya menuju Desa Kuta Trieng, Kecamatan Darul Makmur, Nagan Raya itu rencana pengerjaannya selama 1 bulan. Dandim 0116/Nagan Raya, Letkol Inf Guruh Tjahyono meninjau lokasi pembukaan akses jalan dalam kegiatan TMMD tersebut dengan didampingi keuchik setempat, Rabu (24/6/2020). “Pra-TMMD sangat penting dilakukan agar kami dapat menghasilkan pekerjaan yang berkualitas, sehingga pencapaian TMMD ini menjadi tepat waktu dan tepat mutu," kata Dandim 0116/Nagan Raya, Letkol Inf Guruh Tjahyono dalam keterangan pers diterima Serambi, Rabu kemarin.
Menurut Dandim, perlunya dilakukan pengerjaan awal agar program TMMD dapat tercapai sesuai rencana dalam waktu yang relatif singkat dan dengan pertimbangan medan yang cukup sulit. Adapun yang menjadi sasaran fisik lainnya, beber dia, yaitu pembuatan bough deckker dan box culvert serta pembuatan saluran beton sikluf dengan panjang 100 meter.
Kasdim Mayor Inf Samil Fuddin menambahkan, dalam pelaksanaan pra-TMMD ini, pihaknya tidak banyak mengerahkan personel TNI maupun masyarakat lantaran situasi pandemi Covid-19. Bahkan, urai dia, dalam pengerjaannya juga tetap menerapkan protokol kesehatan, salah satunya selalu menggunakan masker dan jaga jarak. “Memang telah menjadi penekanan dari komando atas terkait dengan berjalannya program TMMD selama pandemi Covid-19. Sebab itu, semua protokol kesehatan dan keselamatan dalam bekerja harus dilaksanakan," pungkas Kasdim.(riz)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/kapolres-akbp-risno-meninjau-abutment-jembatan-rangka-baja.jpg)