Breaking News
Selasa, 21 April 2026

Luar Negeri

Arab Saudi Catat Lebih Banyak Pulih Dibandingkan Kasus Baru Virus Corona

Kerajaan Arab Saudi mencatat lebih banyak pulih dibandingkan kasus baru virus Corona.

Editor: M Nur Pakar
AFP/RANIA SANJAR
Seorang wanita bermasker melatih kebugaran di sebuah gimnasium Riyadh, Arab Saudi pada Selasa (23/6/2020). 

SERAMBINEWS.COM, RIYADH - Kerajaan Arab Saudi mencatat lebih banyak pulih dibandingkan kasus baru virus Corona.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Arab Saudi dalam laporannya, Kamis (25/6/2020) malam mengatakan ditemukan 3.372 kasus baru.

Dilansir ArabNews, Kamis (25/6/2020), pasien virus Corona Arab Saudi lebih banyak pulih, yakni sebanyak 5.085 orang.

Sehingga, jumlah pasien virus Corona yang dirawat di rumah sakit juga turun, menjadi 53.409 orang.

Kemenkes Arab Saudi menyatakan kasus-kasus baru ditemukan di Dammam 333 orang.

Sebanyak 331 orang di Mekkah.

Sebabnyak 304 orang di Hufof.

Sebanyak 304 orang di Qatif dan 241 orang di Riyadh.

Kemenkes Arab Saudi juga mengumumkan 41 kematian akibat Covid-19.

Sehingga, 1.428 orang telah meninggal karena virus Corona.

Jumlah total pasien virus Corona Arab Saudi yang pulih meningkat menjadi 117.882 orang.

Arab Saudi Berhasil Pulihkan 112.797 Pasien Virus Corona dari Total Korban 167.919 Orang

Kasus Virus Corona Arab Saudi 164.796 Orang, Dunia 9 Juta Lebih

Jazirah Arab Sambut Baik Keputusan Haji Oleh Arab Saudi

Negara tetangga Saudi, Iran Kamis (25/6/2020) mengumumkan 134 kematian baru virus Corona.

Dilansir AFP, Kamis (25/6/2020), angka resmi telah menunjukkan kasus baru terus meningkat.

Tetapi, pejabat menyangkal tren kenaikan terjadi pada gelombang kedua.

"Kami kehilangan 134 rekan dalam 24 jam terakhir." kata Juru Bicara Kementerian Kesehatan Iran, Sima Sadat Lari.

Dia mengatakan jumlah total korban virus Corona yang meninggal dunia sebanyak 10.130 orang.

Itu menjadi hari paling mematikan sejak 6 April, ketika 136 kematian dilaporkan.

Bahkan, menjadi hari ketujuh berturut-turut bahwa Iran telah melaporkan lebih dari 100 kematian akibat virus Corona.

Lari mengatakan 2.595 orang lainnya dinyatakan positif virus Corona.

Sehingga, kasus keseluruhan negara itu menjadi 215.096 orang.

"Kami meminta semua rekan untuk mengikuti protokol kesehatan, terutama orang tua dan yang memiliki penyakit dasar ," kata Lari.

"Kami juga mendesak anak-anak dan orang muda untuk tidak hadir di pusat keramaian," tambahnya.

"Kami minta agar menjaga jarak dengan orang tua, kakek-nenek, dan membantu mereka tinggal di rumah sebanyak mungkin," ujarnya.

Sementra, Irak melaporkan 2.500 kasus virus Corona baru dan 100 kematian pada Kamis (25/6/2020).

Itu menjadi rekor baru di negara yang sektor kesehatannya tidak siap untuk lonjakan semacam itu.

Rumah sakit di seluruh negeri telah kewalahan selama sepekan terakhir oleh lonjakan kasus dan kematian.

Pada Kamis (25/602020, Kementerian Kesehatan mengatakan telah mengkonfirmasi 2.437 kasus baru.

Sehingga, totalnya 39.000 orang lebih, tetapi setengahnya telah pulih.

Sebanyak 107 orang meninggal akibat virus Corona, sehingga jumlah total kematian menjadi 1.437 orang.

Irak sejauh ini menganggap dirinya terhindar ketika virus itu menyebar di negara-negara kawasan lain.

Tetapi sektor kesehatan Irak telah lelah oleh perang bertahun-tahun dan investasi yang buruk dan tampaknya runtuh di bawah tekanan virus.

Dokter di bangsal virus Corona mengeluhkan kurangnya peralatan perlindungan pribadi.

Merkea mengatakan telah dibuat untuk tetap bekerja bahkan jika menunjukkan gejala infeksi virus Corona.

Tes juga masih belum tersedia secara luas, dengan otoritas melakukan kurang dari setengah juta tes pada Maret 2020, di negara berpenduduk 40 juta orang itu.

China, Uni Emirat Arab dan Amerika Serikat menyumbangkan bantuan terkait COVID ke Irak.

Irak juga mencari dana darurat dari Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional.

Beberapa dari 18 provinsi Irak telah mempertahankan lockdown penuh.

Tetapi sebagian besar telah melonggarkan pembatasan jam malam untuk menghidupkan kembali ekonomi lokal.

Banyak toko telah dibuka kembali, dengan pelanggan dan staf yang sama-sama menolak untuk memakai masker atau mematuhi jarak sosial.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved