Breaking News:

Berita Nagan Raya

Harga TBS Sawit di Nagan Raya di Bawah Penetapan Pemerintah, DPRK Mengadu ke Distanbun Aceh

Kedatangan mereka diterima Sekretaris Distanbun Aceh, Muazzin didampingi Kabid Pengolahan dan Pemasaran Perkebunan Azanuddin Kurnia

DPRK Nagan Raya
DPRK Nagan Raya mendatangi Distanbun Aceh terkait harga sawit yang rendah, Kamis (25/6/2020). 

Kedatangan mereka diterima Sekretaris Distanbun Aceh, Muazzin didampingi Kabid Pengolahan dan Pemasaran Perkebunan Azanuddin Kurnia dan Kasi Pemasaran Produksi Perkebunan Nurlaila.

Laporan Rizwan | Nagan Raya

SERAMBINEWS.COM, SUKA MAKMUE - DPRK Nagan Raya mengadu ke pihak Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh terkait harga tandan buah segar (TBS) sawit yang dibeli harga rendah oleh pihak pabrik. 

Artinya harga yang dibeli itu di jauh bawah yang sudh ditetapkan Pemerintah Aceh.

Mereka yang ke Distanbun Aceh itu, Wakil Ketua DPRK Nagan Raya, Puji Hartini bersama Ketua Komisi II Junid Aryanto dan Anggota DPRK Sigit Winarno, Kamis (25/6/2020). 

Kedatangan mereka diterima Sekretaris Distanbun Aceh, Muazzin didampingi Kabid Pengolahan dan Pemasaran Perkebunan Azanuddin Kurnia dan Kasi Pemasaran Produksi Perkebunan Nurlaila. 

Informasi ini diperoleh Serambinews.com dalam siaran pers dikirim pihak DPRK Nagan Raya, Jumat (26/6/2020).

Dalam siaran pers itu dijelaskan kedatangan Anggota DPRK Nagan Raya ke Distanbun Aceh menyikapi banyak pengaduan dari petani sawit di Nagan Raya terhadap anjloknya harga TBS sawit Nagan Raya yang jauh di bawah harga yang telah ditetapkan Pemerintah Aceh.

Hati-hati Melintasi Jalan Blangkejeren-Takengon, Sebagian Lokasi Amblas Hingga Tertimbun Longsor

VIDEO - Suasana Test Swab pada Rumah Warga yang Positif Corona di Aceh Barat

Meninggal dalam Perawatan, Pasien RSUD Aceh Tamiang Dimakamkan Sesuai Protokol Kesehatan

Sedangkan Nagan Raya, kata Wakil Ketua DPRK setempat adalah daerah sektor pertanian dan perkebunan merupakan penggerak utama ekonomi masyarakat khususnya bidang perkebunan sawit .

"Turunnya harga TBS telah mengakibatkan kerugian besar di kalangan petani sawit dan keadaan ekonomi petani sawit melemah.

Setiap hari DPRK menerima laporan dari masyarakat petani sawit tentang anjloknya harga TBS yang membuat petani sawit rugi," kata Puji Hartini. 

Ketua Komisi II DPRK membidangi perkebunan menyatakan tidak ada artinya selama ini Pemerintah Aceh menetapkan harga TBS, jika pihak pabrik kelapa sawit di Nagan Raya tetap beli harga rendah. 

Menanggapi hal ini, Sekretaris Distanbun Aceh Muazzin, menyatakan akan segera memberi peringatan pabrik kelapa sawit yang masih membeli sawit dengan harga TBS di bawah harga yang ditetapkan Pemerintah Aceh. (*)

Penulis: Rizwan
Editor: Mursal Ismail
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved