Berita Banda Aceh
Mubes PIRA Banda Aceh, Prof Hasanuddin Serukan Kebangkitan Marwah Pidie Raya
Kegiatan bersejarah ini menjadi momentum memperkuat persaudaraan dan membangun marwah masyarakat asal Pidie dan Pidie Jaya yang kini bermukim di ibu
Penulis: Rianza Alfandi | Editor: Mursal Ismail
Ringkasan Berita:
- Mubes I PIRA Banda Aceh digelar di Aula Balai Kota Banda Aceh pada Sabtu (1/11/2025).
- Prof Hasanuddin Yusuf Adan membuka acara dan menegaskan bahwa PIRA harus menjadi wadah menjaga nilai kebersamaan, marwah, dan semangat perjuangan masyarakat Pidie dan Pidie Jaya, sekaligus simbol kebangkitan generasi muda Pidie Raya.
- Mubes menghasilkan pembentukan tim formatur beranggotakan 11 orang (enam dari Pidie dan lima dari Pidie Jaya) untuk memilih ketua PIRA Banda Aceh periode berikutnya.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rianza Alfandi | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Musyawarah Besar (Mubes) I Persaudaraan Pidie–Pidie Jaya (PIRA) Banda Aceh berlangsung sukses dan penuh khidmat.
Acara ini digelar di Aula Balai Kota Banda Aceh, Lantai 4 Gedung Mawardi Nurdin, Sabtu (1/11/2025).
Kegiatan bersejarah ini menjadi momentum memperkuat persaudaraan dan membangun marwah masyarakat asal Pidie dan Pidie Jaya yang kini bermukim di ibu kota Provinsi Aceh.
Mubes I PIRA secara resmi dibuka oleh Prof Hasanuddin Yusuf Adan, yang memberikan wejangan penuh semangat kepada seluruh peserta.
Dalam sambutannya, Prof. Hasanuddin menegaskan bahwa PIRA harus menjadi wadah yang kuat dalam menjaga nilai kebersamaan, sejarah, dan perjuangan masyarakat Pidie Raya.
“PIRA bukan sekadar organisasi, tapi rumah besar bagi seluruh masyarakat Pidie dan Pidie Jaya yang memiliki marwah dan sejarah panjang dalam perjuangan Aceh.
Kita harus melanjutkan semangat Tgk Daud Beureueh, tokoh besar yang menjadi simbol keberanian dan kehormatan rakyat Pidie,” katanya.
Baca juga: DPRK Pidie Mulai Bahas KUA dan PPAS Tahun 2026, Begini Respon Bupati Sarjani
Menurutnya, masyarakat Pidie Raya memiliki karakter yang kuat, tangguh, dan visioner. Bahkan, Pidie juga dikenal di seluruh Aceh, bahkan ke luar daerah.
“Kita memiliki sejarah besar dan semangat kebersamaan yang luar biasa. Hari ini PIRA harus menjadi simbol kebangkitan baru bagi generasi muda Pidie Raya,” lanjutnya.
Prof Hasanuddin berharap agar PIRA terus menjaga semangat persatuan, marwah daerah, dan nilai-nilai perjuangan para leluhur.
“Generasi kita harus punya semangat yang sama seperti para pendahulu.
PIRA hari ini harus menjadi wajah Pidie Raya yang berwibawa, cerdas, dan bermanfaat bagi Aceh dan Indonesia,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Mubes, M Nur Mahdi, mengatakan bahwa Mubes ini menjadi ajang konsolidasi bagi masyarakat Pidie dan Pidie Jaya yang tinggal di Banda Aceh untuk mempererat jaringan sosial, ekonomi, dan budaya.
Baca juga: Ketua DPR Aceh Abang Samalanga: Pentingnya Sinergi Semua Pihak Sukseskan MTQ ke-37 di Pidie Jaya
“PIRA hadir sebagai wadah silaturahmi sekaligus kolaborasi lintas generasi demi kemajuan bersama,” ujarnya.
| Masjid Raya Baiturahman Terima 65 Hewan Kurban, Salurkan 2.000 Paket Daging |
|
|---|
| Gampong Meunasah Papeun Sembelih 34 Hewan Kurban |
|
|---|
| Gampong Lueng Bata Banda Aceh Sembelih 47 Hewan Qurban, Salurkan 1.620 Kupon kepada Warga |
|
|---|
| Partai Golkar Aceh Sembelih 11 Sapi Kurban dan Sebar ke Daerah Bencana |
|
|---|
| Warga Gampong Pango Deah, Banda Aceh, Sembelih 19 Sapi dan Empat Kambing Kurban |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Mubes-PIRA-01112025.jpg)