Kapal Rohingya Terdampar di Aceh Utara
Nasib Rohingya Tinggal Sementara di Bekas Gedung Imigrasi Lhokseumawe, Seperti Terkatung-katung
Melihat kondisi seperti itu, bagaimana nasib anak-anak rohingya itu tidur mereka tentu tidak nyaman.
Penulis: Zaki Mubarak | Editor: Nur Nihayati
Melihat kondisi seperti itu, bagaimana nasib anak-anak rohingya itu tidur mereka tentu tidak nyaman.
Laporan Zaki Mubarak | Lhokseumawe
SERAMBINEWS.COM,LHOKSEUMAWE – Raut wajah kebingungan terlihat dari warga etnis Rohingya yang saat ini tinggal sementara di bekas kantor Imigrasi, Blang Mangat, Lhokseumawe.
Mereka sebelumnya ditemukan oleh tiga nelayan saat terombang-ambing terdampar di perairan Pantai, Aceh Utara pada Rabu (24/6/2020).
Jumlah rohingya ini sebanyak sekira 100 orang. Ada anak-anak, perempuan dan laki-laki dewasa.
Sepertinya belum ada penangan yang serius untuk mereka yang sedang melanda musibah.
Pantauan Serambinews.com, Jumat (26/6/2020) bekas kantor Imigrasi itu, tidak memiliki fasiltas air bersih, areal dalam kantor tersebut sangat kotor.
Melihat kondisi seperti itu, bagaimana nasib anak-anak rohingya itu tidur mereka tentu tidak nyaman.
Sungguh kasihan nasib mereka, ketidak jelasan nasib etnis keturunan Benggali itu memang telah menjadi perhatian dunia sejak lama.
• Masuk Sekolah 13 Juli, Ini Persiapan Sekolah di Pidie Sesuai SOP Covid-19
• Hati-hati Melintasi Jalan Blangkejeren-Takengon, Sebagian Lokasi Amblas Hingga Tertimbun Longsor
• Meninggal dalam Perawatan, Pasien RSUD Aceh Tamiang Dimakamkan Sesuai Protokol Kesehatan
Pasalnya, orang-orang Rohingya tidak diakui sebagai warga negara oleh pemerintah Myanmar.
Mereka pun kerap mendapat perlakuan buruk, seperti ancaman penghapusan ras, sebagaimana diberitakan berbagai media massa.
Bahkan, ketika masih berada di Myanmar, orang-orang Rohingya tidak mendapat hak-hak warga negara seperti etnis-etnis lain di Myanmar.
Sungguh, sangat sulit hidup sebagai manusia dan situasi ini tidak lagi tertahankan bagi mereka.
Sebelumnya langkah nelayan Aceh menyelamatkan muslim Rohingya dari laut, adalah perbuatan kemanusiaan paling nyata.
Walaupun dalam situasi pandemi covid-19 saat ini, masyarakat Lancok justru nekat menurunkan dari boat muslim Rohingya yang telah menahan lapar dan haus.
Entah sudah beberapa hari sudah terombang-ambing di laut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/nasib-rohingya-di-bekas-gedung-imigrasi-lhokseumawe.jpg)