Rabu, 22 April 2026

Inilah Manusia Tertua di Dunia, Berasal dari Etnis Uighur China

Media-media pemerintah Cina mengklaim bahwa Almihan Seyiti adalah warga negara paling tua di negara itu

Editor: Amirullah
WeChat/Dailymail
Almihan Seyiti merayakan ulang tahun ke 134 pada hari Kamis (25/6/2020) di kota kelahirannya di dekat Kashgar di Xinjiang, Uighur, China. 

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Manusia Tertua di dunia ternyata bukan di Jepang, Eropa, Amerika, atau Afrika.

Manusia tertua tersebut kini berada di Uighur, China, dan masih jago bermain alat musik tradisional. 

Wanita tertua tersebut diperkirakan lahir tahun 1886 dan dilaporkan merayakan ulang tahunnya yang ke-134.

Media-media pemerintah Cina mengklaim bahwa Almihan Seyiti adalah warga negara paling tua di negara itu, meskipun keaslian catatan kelahirannya masih harus diverifikasi.

Jika klaim para pejabat itu benar, Ms Almihan Seyiti bisa menjadi orang tertua dalam sejarah yang tercatat di dunia.

Tidak ada kejelasan apakah Almihan Seyiti sudah menikah dan masih bersuami dan Dailymail.co.uk menulis namanya dengan memberi sebutan Ms (miz).

(

Mbah Gotho saat merayakan ulang tahun, Sabtu (31/12/2016). (FAJAR SODIQ)

)

Almihan Seyiti berasal dari Uighur China.

Wikipedia menulis, Uighur atau Uigur adalah kelompok etnis minoritas Turki yang berasal dari dan berafiliasi secara budaya dengan wilayah umum Asia Tengah dan Timur.

Uyghur atau Uighur diakui sebagai penduduk asli untuk Daerah Otonomi Uyghur Xinjiang di Cina Barat Laut yang mayoritas beragama Islam.

Mereka dianggap sebagai salah satu dari 55 etnis minoritas Tiongkok yang diakui secara resmi. Pemerintah Cina menolak anggapan orang Uyghur sebagai kelompok pribumi.

()

Almihan Seyiti merayakan ulang tahun ke 134 pada hari Kamis (25/6/2020) di kota kelahirannya di dekat Kashgar di Xinjiang, Uighur, China. Tampak pejabat berbicara saat perayaan ulang tahun sekaligus mempromosikan pariwisata lokal. (Shule Integrated Media Center/WeChat/Dailymail)

Wanita tertua rayakan ulang tahun

Rekaman yang dirilis oleh media resmi setempat menunjukkan wanita tua itu dikelilingi oleh keluarga dan teman-temannya di sebuah pesta ulang tahun yang besar kemarin di daerah Shule, Daerah Otonomi Uyghur Xinjiang, Cina barat laut.

Wanita tua itu dikatakan telah hidup dalam tiga abad dan mengalami dua perang dunia.

Sumber: Warta Kota
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved