Selasa, 9 Juni 2026

Abrasi Pantai Geunteng belum Ditangani

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie belum menangani abrasi pantai di Gampong Geunteng Barat, Kecamatan Batee, Pidie

Tayang:
Editor: hasyim
DOK SAIFUL AZMI
Abrasi Pantai Gampong Geunteng Barat, Kecamatan Batee, Pidie, Minggu (28/6/2020). 

SIGLI - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie belum menangani abrasi pantai di Gampong Geunteng Barat, Kecamatan Batee, Pidie. Berdasarkan data terbaru, sebanyak 13 rumah di pesisir hancur diterjang gelombang laut. Untuk sementara, warga bergotong royong memasang bambu guna menahan meluasnya abrasi.

Keuchik Geunteng Barat, Saiful Azmi, kepada Serambi, Minggu (28/6/2020) mengatakan, abrasi pantai yang telah dimulai sejak tahun 2017 itu hingga kini belum ditangani. Warga setempat sangat kecewa dengan diamnya Pemkab Pidie. "Kami menilai Pemkab memandang sebelah mata terkait abrasi yang telah lama terjadi ini. Hingga kini belum ada penanganan nyata dari pemerintah. Kami mencemaskan kondisi abrasi ini," ujarnya.

Ia menjelaskan, abrasi telah mengakibatkan 13 rumah hancur dan sembilan rumah kini terancam digulung ombak. Saat ini, warga Genteng Barat bergotong royong dengan menancap batang bambu di kuala Geunteng Bara. Selain itu juga melakukan pengerukan kuala menggunakan beko agar abrasi mengarah ke kuala.

"Kami meminjam beko milik Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pidie. Sementara minyak beko dan ongkos operator beko ditanggung warga secara patungan. Kita bahu membahu bergotong royong memasang batang bambu," jelasnya.

Ia menambahkan, dengan hilangnya 13 rumah warga, semestinya Pemkab cepat memasang batu pemecah ombak. Jika tidak, kerusakan rumah warga di Genteng Barat akan terus bertambah. "BPBD Pidie harus menangani secara darurat, mengingat  kerusakan pantai semakin parah. Kami masyarakat Geunteng Barat sudah bosan melapor musibah ini karena Pemkab tidak meresponsnya," jelas Saiful.

Usulan belum Dikabulkan

Sementara itu, Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pidie, Ir Dewan Ansari kepada Serambi, kemarin, mengatakan, BPBD Pidie telah mengusulkan dana ke BNPB Pusat untuk penanganan abrasi pantai Gampong Geunteng Barat. Namun akibat Covid-19, anggaran untuk penanganan abrasi belum dikabulkan.

BPBD Pidie akan mengusul kembali anggaran untuk penanganan abrasi tersebut. "Kalau anggaran APBK tidak sanggup, sebab untuk pemasangan batu pemecah ombak butuh dana besar. Mudah-mudahan BNPB merekomendasi anggaran untuk penanganan abrasi Gampong Geunteng Barat pada tahun 2021," pungkasnya. (naz)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved