DPRA Minta PEMA Lebih Giat Genjot Investasi

Komisi III DPRA yang membidangi keuangan, kekayaan, dan investasi Aceh menggelar rapat kerja bersama PT Pembangunan Aceh (PEMA)

For Serambi
Direktur PT PEMA, Zubir Sahim menyerahkan dokumen rencana investasi Aceh kepada Ketua Komisi III DPRA, Khairil Syahrial, dalam rapat kerja di DPRA, Senin (29/6/2020). 

BANDA ACEH - Komisi III DPRA yang membidangi keuangan, kekayaan, dan investasi Aceh menggelar rapat kerja bersama PT Pembangunan Aceh (PEMA) di ruang Badan Musyawarah DPRA, Senin (29/6/2020). Mereka meminta perusahaan itu lebih giat dan inovatif dalam menggaet investor.

Rapat itu digelar guna mendengar paparan PT PEMA terkait sejauh mana progress pembangunan atau pengelolaan bidang investasi di Aceh. Dalam rapat kerja itu, dihadiri para direksi PT PEMA, termasuk Zubir Sahim selaku Direktur Utama dan para direksi lainnya.

Ketua Komisi III DPRA, Khairil Syahrial bersama para anggota lainnya dalam rapat kerja itu mempertanyakan seputar manajemen PEMA, termasuk modal dari mana yang digunakan untuk menggerakkan PEMA selama ini.

"Kami mempertanyakan soal manajemen PEMA dan modal dari mana menjalankan perusahaan selama ini. Pertemuannya singkat, hanya sebentar bisa berbincang sambil mendengar paparan mereka terkait rencana investasi Aceh ke depan," kata Khairil kepada Serambi seusai pertemuan itu. Singkatnya waktu pertemuan, sehingga anggota dewan pun belum sempat mencecar PEMA terkait pengambilalihan Blok B Migas di Aceh Utara.

Khairil mengungkapkan, dalam rapat kerja itu, para anggota Komisi III menyimpulkan bawa PT PEMA gagal dalam mengelola dan menjalankan beberapa rencana investasi di Aceh. "Seperti KIA Ladong misalnya yang hingga saat ini belum ada progres apa pun, juga KEK Arun. Jadi kesimpulan kawan-kawan (Komisi III), PT PEMA gagal," kata Khairil.

Dalam rapat itu, Komisi III menyarankan, ketika memang ada investor yang berencana menanam modal di Aceh, tiba-tiba mengurungkan niatnya dengan berbagai masalah dan alasan, maka PT PEMA,  kata Khairil, wajib mencari investor lain.

PT PEMA diminta lebih inovatif dalam menggaet para investor, tidak hanya menunggu namun lebih giat dalam mencari calon tenant untuk menanam modal mereka di Aceh. "PT PEMA kita tegaskan tadi harus lebih giat, harus lebih agresif dalam mencari. Tidak lambat dalam pembangunan investasi di Aceh," kata Khairil.

Menurut Khairil dan para anggota Komisi III DPRA, PT PEMA tidak boleh santai, karena dalam Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2015 jelas disebutkan, PT PEMA juga memiliki andil besar dalam mengelola investasi di Aceh.

"PT PEMA diberikan kesempatan oleh masyarakat Aceh untuk pengelolaan ini semua, jadi tidak boleh main-main. Maka sebab itu kita perlu tegaskan agar PT PEMA lebih giat ke depan. PEMA merupakan salah satu perusahaan yang diamankan untuk menggerakkan pembangunan investasi di Aceh," ujarnya.

Direktur Utama PT PEMA, Zubir Sahim yang ditanyai Serambi seusai rapat mengatakan, pertemuan itu hanya pertemuan biasa membahas peluang investasi Aceh bersama DPRA ke depan. “Hanya untuk informasi program-program ke depan saja. DPRA menyambut baik, hanya temu ramah saja, akan ada pertemuan berikutnya,” pungkas Zubir Sahim.(dan)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved