Lamsujen di Kaki Gunung Geurutee, Menyantap Durian Sambil Menikmati Sungai yang Membelah Bebatuan

AMSUJEN, merupakan salah satu desa di Kecamatan Lhoong, Aceh Besar. Saat ini Lamsujen sedang menjadi pusat perhatian masyarakat, khususnya

FOTO SERAMBI/MASRIZAL
Sejumlah warga menikmati suasana di pinggiran Krueng Lamsujen, Kecamatan Lhoong, Aceh besar, Minggu (28/6/2020). 

Panen durian di beberapa tempat di Aceh saat ini mulai berlangsung. Salah satunya di Gampong Lamsujen. Sebuah desa di kaki Gunung Geurutee yang dilintasi sungai berbatu, di antara pohon-pohon durian yang tinggi menjulang.

LAMSUJEN, merupakan salah satu desa di Kecamatan Lhoong, Aceh Besar. Saat ini Lamsujen sedang menjadi pusat perhatian masyarakat, khususnya masyarakat Banda Aceh dan Aceh Besar. Betapa tidak, Lamsujen kini sedang musim panen durian.

Buah berduri yang panen setahun sekali itu kini banyak diburu para pendatang. Ratusan kenderaan silih berganti masuk ke desa yang berada di kaki Gunung Geurutee itu.

Durian Lamsujen memang terkenal enak dan manis. Daging buahnya sangat lembut dan legit. Rata-rata ukuran durian Lamsujen tidak terlalu besar tapi juga tidak kecil. Jika makan satu tentu tidak cukup, apalagi jika dinikmati bersama keluarga.

Gampong Lamsujen berjarak 56,1 km dari pusat Kota Banda Aceh atau sekitar 1 jam 20 menit perjalanan dengan roda empat. Posisi desa masuk ke dalam arah sebelah kiri dari arah Banda Aceh dan tidak jauh dari jalan raya.

Begitu masuk ke Gampong Lamsujen, mata langsung disuguhkan oleh aliran sungai dengan airnya yang bening. Jika pagi hari, cuaca di desa yang diapit pengunungan ini masih asri dan terasa dingin karena belum tercemar polusi udara.

Sayangnya, jalan yang sempit menyulitkan pengunjung menuju Lamsujen. Selain itu, jalan yang beraspal baru sebatas kampung. Sementara jalan menuju objek wisata hingga perkebunan masih berbatu dan sempit.

Tidak jauh masuk ke dalam, pengunjung akan disambut oleh para pedagang durian yang memajang dagangannya di pinggir jalan. Disini, pendagang juga merangkap sebagai pemilik kebun. Artinya mereka menjual durian dari hasil kebun sendiri.

Menariknya, selain bisa membeli durian di lapak pinggir jalan, pengunjung juga bisa datang langsung ke kebun. Sensasi agrowisata sangat terasa karena kebun durian tidak jauh dari perkampungan.

Para pengunjung semakin betah karena kebun durian berada di sepanjang aliran sungai. Gemercik air yang bening semakin memanjakan pengunjung untuk benar-benar menikmati suasana alam Lamsujen.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved