Breaking News:

Berita Aceh Tenggara

Polda Aceh Selidiki Kasus Pengadaan Bibit Jagung di Distan Aceh Tenggara

Ditreskrimsus Polda Aceh, melakukan penyelidikan pengadaan bibit jagung tahun 2019 mencapai Rp 2 miliar lebih di Dinas Pertanian Aceh Tenggara.

hand over dokumen pribadi
Dirreskrimsus Polda Aceh, Kombes Pol Margiyanta 

Laporan Asnawi Luwi | Aceh Tenggara 

SERAMBINEWS.COM, KUTACANE - Direktorat Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Aceh,  melakukan penyelidikan pengadaan bibit jagung tahun anggaran 2019 mencapai Rp 2 miliar lebih di Dinas Pertanian Aceh Tenggara.

Sebelumnya, Polda Aceh juga membidik pengadaan bebek petelur tahun 2018/2019 mencapai Rp 12,9 Miliar dari dana DAU di Aceh Tenggara

Dirreskrimsus Polda Aceh, Kombes Pol Margiyanta, kepada Serambinews.com, Selasa (30/6/2020) mengatakan, saat ini pihaknya sedang melakukan penyelidikan pengadaan bantuan bibit jagung di Dinas Pertanian Aceh Tenggara.

“Kita masih tahap mengumpulkan dokumen- dokumen atau bahan keterangan (Pulbaket) di lapangan terkait pengadaan bibit jagung di Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Tenggara,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian (Kadistan) Aceh Tenggara, M Asbi SE, kepada Serambinews.com, Selasa (30/6/2020) mengatakan, pengadaan bibit jagung tahun 2019 dialokasikan anggaran mencapai Rp 2 miliar lebih dari DAK Aceh Tenggara.

Diakui Asbi SE, surat pemanggilan terhadap pejabat pembuat komitmen (PPK) pengadaan Bibit Jagung Distan Aceh Tenggara sudah pernah dilayangkan Ditreskrimsus Polda Aceh beberapa waktu yang lalu.

“PPK tersebut telah berangkat ke Banda Aceh," Ujarnya.

Rektor UNIBA Ikut Demo Bareng Mahasiswa, Buka Baju dan Nyatakan Mundur dari Jabatan

Ini Sekda Baru Aceh Utara yang Mulai Bertugas 1 Juli 2020

VIDEO - Janda Miskin di Pidie Terima Rumah Bantuan Polda Aceh

VIDEO - Kunjungi PAG dan PT PIM, Kepala BPH Migas Berharap Industri di Aceh Berbasis Minyak dan Gas

Hina Istri Kim Jong Un, Penyebab Korut Marah Besar dengan Korea Selatan

Tekan Populasi Uighur dan Kelompok Minoritas, China Paksakan Aborsi dan Program KB

Mumbai Lockdown Jilid 2, Pergerakan Dibatasi Dengan Beberapa Pengecualian

Sementara itu, Ketua Lembaga Pengembangan Potensi Intelektual Muda (LP2IM) Aceh Tenggara, M Sopian Desky, memberikan apresiasi  terhadap keseriusan Polda Aceh memberantas korupsi khususnya di Aceh Tenggara.

“Kita berharap kasus-kasus yang ditangani di Polda Aceh seperti kasus pengadaan bebek petelur selama dua tahun di Agara, Dana BOK, Jamkesmas, Dana Akreditasi Puskesmas Dinkes Agara dan Dana Rumah Tunggu Kelahiran (RTK), bronjong ambruk Desa Perapat Sepakat di dinas BPBD Kutacane dapat ditingkatkan dari penyelidikan ke tahap penyidikan sehingga tersangkanya diketahui publik dan rakyat berharap kasus ini bisa sampai ke meja hijau,” katanya.

Hal senada diutarakan, Koordinator Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) Aceh, Askhalani.

Menurut dia, pihaknya berharap kepada masyarakat atau LSM dapat bersama-sama mengawasi penggunaan anggaran di Aceh Tenggara, apabila terjadi indikasi penyimpangan yang melawan hukum dapat melaporkan ke Polda Aceh maupun ke GeRAK Aceh.

Mereka berharap kasus yang ada di tangani Polda Aceh saat ini khususnya dari Aceh Tenggara mendapat dukungan atau Back-Up Komisi III DPR RI, agar kasus ini tuntas sampai ke meja hijau, sehingga tegaknya supremasi hukum di Tanoh Alas, "ujar Askhalani.(*)

Penulis: Asnawi Luwi
Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved