Selasa, 5 Mei 2026

Luar Negeri

Arab Saudi Catat Kematian Harian Tertinggi Virus Corona, Total Menjadi 1.916 Orang

Kerajaan Arab Saudi mencatat kematian harian akibat virus Corona pada Minggu (5/7/2020). Sebanyak 58 pasien virus Corona Arab Saudi meninggal dunia

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
AFP/AMER HILABI
Seorang remaja bermain-main saat keluarganya menghabiskan waktu di pelabuhan Jeddah, Arab Saudi, Minggu (21/6/2020). 

SERAMBINEWS.COM, RIYADH - Kerajaan Arab Saudi mencatat kematian harian akibat virus Corona pada Minggu (5/7/2020).

Sebanyak 58 pasien virus Corona Arab Saudi meninggal dunia pada Minggu (5/7/2020).

Sehari sebelumnya atau Sabtu (4/7/2020), tercatat 56 warga Arab Saudi meninggal akibat virus Corona baru, Covid-19.

Sehingga, jumlah pasien virus Corona Arab Saudi yang meninggal dunia sebanyak 1.916 orang sampai Minggu (5/7/2020).

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Arab Saudi melaporkan 3.580 pasien baru virus Corona.

Dilansir ArabNews, Minggu (5/7/2020), sebagian besar kasus baru dilaporkan di Riyadh, dengan 332 kasus baru.

Angka-angka baru membawa jumlah resmi di Kerajaan sudah mencapai 209.509 orang,

Kementerian kesehatan juga mengatakan 1.980 pasien pulih dari virus.

Sehingga jumlah total warga Arab Saudi yang sembuh dari virus Corona sebanyak 145.236 orang.

Tetapi, pasien virus Corona yang masih dalam perawatan tim medis sebanyak 64.273 orang.

Kasus Virus Corona Arab Saudi Tembus 201.801 Orang, Saudi Keluarkan Aturan Baru Perusahaan Swasta

Arab Saudi Gelar Operasi Militer Tumpas Houthi, Rudal Hampir Hantam Ibu Kota Riyadh

Sekolah di Arab Saudi Pecahkan Rekor untuk Rantai Tutup Botol Terpanjang Dunia

Negara tetangga Arab Saudi, sekaligus sebagai musuh abadi, Iran melaporkan 163 kematian akibat Covid-19 pada Minggu (5/7/2020).

Jumlah itu juga yang tertinggi sejak wabah virus Corona Iran dilaporkan pertama kali pada Februari 2020.

Otoritas Kesehatan Iran mengumumkan rekor sebelumnya 162 orang telah berubah menjadi 164 orang.

Kematian baru itu menambah jumlah korban di Iran menjadi 11.571 orang, kata juru bicara Kementerian Kesehatan Iran, Sima Sadat Lari.

“Dalam 24 jam terakhir, 2.560 orang telah dites positif Virus corona, menjadikan jumlah total infeksi menjadi 240.438 orang,” tambah Lari.

Peningkatan ini mendorong pemerintah untuk mewajibkan masker dalam upaya memerangi penyebaran virus Corona Iran.

Maroko, sekutu dekat Arab Saudi, Minggu (5/7/2020) melaporkan 698 kasus baru Virus Corona.

Jumlah itu meniadi peningkatan satu hari tertinggi virus Corona Maroko sejak wabah dimulai pada awal Maret.

Dengan banyak kasus ditemukan di pabrik kota pelabuhan.

Angka-angka baru membawa total resmi di kerajaan Afrika Utara itu menjadi 14.132 orang.

Kementerian Kesehatan Maroko mengatakan jumlah kematian sebanyak 234 orang.

Mayoritas infeksi baru terdeteksi di pabrik pengalengan ikan di kota pelabuhan selatan Safi.

Kota itu dikarantina dan sekitar 300.000 penduduknya dikurung total, menurut laporan media

Maroko, dengan populasi sekitar 35 juta, mengurangi lockdown pada 25 Juni 2020.

Sehingga, kafe, restoran, hotel, dan aula olahraga dibuka kembali, termasuk pariwisata domestik dan perjalanan antar kota.

Namun, keadaan darurat kesehatan masyarakat telah diperpanjang hingga 10 Juli 2020.

Pemakaian masker terus menjadi wajib dan perbatasan akan tetap ditutup sampai pemberitahuan lebih lanjut.

Setengah lusin kota tetap di bawah langkah-langkah ketat karena wabah virus terkait pekerjaan.

Terutama di bagian barat negara itu di mana ratusan kasus terdeteksi di kebun stroberi pada Juni 2020.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved