Jumat, 17 April 2026

Lintasan Rawan

Waspada! Ini Lokasi Longsor Paling Rawan di Lintasan Jalan KKA Gunung Salak

Namun para pengendara, terutama yang baru akan melintas jalan tersebut untuk berhati-hati saat mulai memasuki lintasan KM 30 sampai dengan KM 40.

Penulis: Saiful Bahri | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS/FOR SERAMBINEWS.COM
Lokasi longsor di KM 30 lintasan KKA 

Laporan Saiful Bahri I Lhokseumawe

SERAMBINEWD.COM, LHOKSEUMAWE - Jalan KKA adalah lintasan yang paling singkat bila berpergian dari pesisir Utara Aceh menuju Bener Meriah maupun Aceh Tengah.

Jarak tempuh normalnya pun hanya sekitar dua. Karena itu, sejak beberapa tahun ini, mayoritas masyarakat di pesisir Utara Aceh yang ingin ke Bener Meriah atau Aceh Tengah ataupun sebaliknya, akan memilih Jalan KKA untuk mempersingkat waktu perjalanan, di samping juga tingkat tikungan jalan pun lebih sedikit bila dibandingkan melintasi jalan Bireuen-Takengon.

Namun para pengendara, terutama yang baru akan melintas jalan tersebut untuk berhati-hati saat mulai memasuki lintasan KM 30 sampai dengan KM 40.

Ada beberapa titik badan jalan yang memang sudah longsor. Meskipun kondisinya masih tetap bisa dilalui kendaraan.

Namun pantauan Serambinews.com, Sabtu (4/7/202) sore, longsor yang memang sangat rawan akan terjadi kecelakaan ataupun kemacetan, berada di titik KM 30, tepatnya di Desa Alue Dua, Kecamatan Nisam Antara.

Khususnya bagi pengendara yang berasal dari pesisir Utara Aceh menuju Bener Meriah.

Karena sebelum sampai ke titik longsor, arena jalannya menurun dan tikungan tajam. Bila tidak hati-hati, maka sangat rawan terjadi kecelakaan dan juga berpotensi terjadi kemacetan.

Pria yang Tendang Pengemudi Ojek Online Ditangkap Polisi, Dipicu Perselisihan di Jalan

Hasil Rapid Test Reaktif Covid-19, Warga Aceh Selatan Bersitegang dengan Para Medis Tolak Diisolasi

Tim Gabungan Padamkan Kebakaran Hutan dan Lahan di Nagan Raya, Bupati Ikut ke Lokasi

Apalagi kondisi badan jalan sekarang ini yang tertinggal pas untuk dilalui satu unit mobil. Itu pun karena sudah ditimbun warga dengan tanah dan kerikil.

Beruntung memang, sekarang ini warga setempat ada memasang rambu-rambu. Bahkan ikut menjaga lokasi longsor guna terhindar pengendara dari kemacetan dan kecelakaan.

Bila ada kendaraan yang melintas dari pesisir Utara Aceh, maka kendaraan dari arah Bener Meriah dihentikan sementara, agar tidak terjadi kemacetan.

Bahtiar, seorang pemuda setempat, menceritakan, kalau longsor di lokasi tersebut terjadi jelang Lebaran Idul Fitri atau sekitar satu bulan lalu. Saat longsor pertama, untuk mobil sangat susah melintas.

Sehingga warga setempat dan dibantu seorang pemilik kafe dekat lokasi longsor, membeli tanah timbun. Lalu secara bergotong royong mereka menimbun jalan, sehingga sekarang ini sudah bisa dilintasi satu mobil.

Menurut Bakhtiar, bila pagi hingga sore hari, para pemuda setempat tetap menjaga lokasi tersebut. Ini supaya tidak terjadi kemacetan dan kecelakaan.

Karena itu sudah seharusnya pemerintah bisa memprioritaskan membangun jalan yang longsor tersebut. Sehingga warga akan bisa melintas secara nyaman kembali.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved