Rabu, 8 April 2026

Polisi Bubarkan Kumpulan Remaja

Personel Satuan Sabhara Polresta Banda Aceh, membubarkan rencana pelaksanaan aksi balapan liar di kawasan wisata pantai Ulee Lheue

Editor: hasyim
For Serambinews.com
Polres Bener Meriah menertibkan sebanyak 47 remaja yang diduga melakukan balap liar di Kampung Rembele, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah, Rabu (20/5/2020) sekira pukul 01.00 Wib. 

* Diduga Hendak Gelar Balapan Liar

BANDA ACEH - Personel Satuan Sabhara Polresta Banda Aceh, membubarkan rencana pelaksanaan aksi balapan liar di kawasan wisata pantai Ulee Lheue, Banda Aceh, Minggu (5/7/2020) dini hari. Pada saat tim Patroli tiba di lokasi, para remaja dan pemuda yang disinyalir ikut menonton serta akan  ikut terlibat dalam aksi ugal-ugalan di jalan tersebut memilih membubarkan diri.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto SH, melalui Kasat Sabhara, AKP Mawardi SE MM, kepada Serambi, Minggu (5/7/2020) mengatakan, patroli dalam rangka pemeliharaan keamanan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas) akan terus diintensifkan, pada malam Sabtu dan Minggu.

Selain menurunkan tim patroli kota (Patko) melibatkan para personel menggunakan sepeda motor, Satuan Sabhara Polresta juga mengerahkan mobil patroli yang dilengkapi lampu rotator dan pengeras suara.  Menurut mantan Kasat Lantas Polres Pidie dan Nagan Raya ini, pihaknya akan memberi sanksi tegas bila pembalap liar itu tertangkap .

Petugas akan meminta para remaja dan pemuda yang terlibat balapan liar tersebut untuk mendorong sepeda motor yang digunakan tersebut hingga ke markas kepolisian yang akan ditentukan sampai menjatuhkan sanksi menahan sepeda motor yang dipakai dalam balapan liar itu dalam jangka waktu lama.

"Kita akan tahan dalam waktu yang lama. Harapannya akan tumbuh kesadaran dari mereka. Untuk diketahui apa yang dilakukan para pelaku balapan liar selama ini, sudah mengusik ketentraman dan kenyamanan warga. Karena itu peran orang tua dan keluarga sangat penting," sebut Mawardi.

Ia pun menjelaskan patroli yang dilakukan personel kepolisian selama ini untuk menyelamatkan nyawa para pelaku balapan liar itu tidak mati sia-sia di jalan.

Pasalnya, sudah banyak kasus kecelakaan yang terjadi selama ini, seharusnya hal itu menjadi pelajaran dan contoh agar para pelaku tidak lagi terlibat aksi balapan dan ugal-ugalan di jalan. Namun, selama ini, para pelaku dan petugas sudah terkesan kucing-kucingan. "Di saat petugas tidak ada, mereka kembali melakukan aksi balapan. Karena itu harapan kami kepada keluarga dan orang tua, untuk memberi pengertian kepada anak-anaknya. Kalau tidak ingin anaknya tidak mati sia-sia di jalan, tolong diawasi dan diberi pemahaman tentang bahaya balapan liar di jalan," ungkap Kasat Sabhara.

Selain para pelaku balapan liar, pihaknya juga akan memberi sanksi yang sama kepada penonton yang menyesaki lokasi balapan tersebut, pungkas AKP Mawardi.

Balapan di Jalan Prof Ali Hasjmy

Rencana aksi balapan liar yang dibubarkan polisi dari kawasan pantai Ulee  Lheue, Banda Aceh, diduga berpindah ke Jalan Prof Ali Hasjmy, kawasan Gampong Pango Raya, Kecamatan Ulee Kareng, Banda Aceh. Laporan yang diterima Serambi dari warga setempat mengeluhkan suara bising dari motor-motor pelaku balapan liar. Lalu, ruas jalan yang digunakan para pelaku takut dilewati, karena khawatir terjadi apa-apa.

"Kalau keadaan ini akan terus begini, kami dari warga juga tidak tahan. Kami akan turun ke lokasi dan akan menghalau mereka dengan berbagai cara. Karena kami sudah sangat terganggu dan enggak bisa beristirahat dengan tenang. Kami tidak peduli siapa di belakang mereka," ungkap seorang warga setempat.(mir)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved