Konflik Bupati dan Wakil Bupati
Rencana Perdamaian Bupati dan Wabup Aceh Tengah Gagal, Shabela Mengaku Sakit
Dalam surat itu dijelaskan bahwa Shabela sedang sakit sehingga tidak dapat menjalankan pekerjaan dan butuh istirahat selama empat hari
Penulis: Masrizal Bin Zairi | Editor: Taufik Hidayat
Laporan Masrizal | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh sudah mempersiapkan segala kebutuhan pelaksanaan perdamaian atas konflik antara Bupati Aceh Tengah, Shabela Abu Bakar dengan wakilnya, Firdaus, Senin (6/7/2020).
Namun upaya perdamaian tersebut gagal terlaksana lantaran Bupati Shabela tidak hadir.
Sementara Wakil Bupati, Firdaus tampak hadir tepat waktu.
Sesuai rencana, perdamaian dijadwalkan pukul 10.00 WIB di Aula Rapat Kajati Aceh, Banda Aceh.
Amatan Serambinews.com, pihak Kejati selaku tuan rumah sudah mempersiapkan segala kebutuhan proses islah itu. Termasuk sudah mengundang Plt Gubernur Aceh, DPRA, Kapolda Aceh, dan Pangdam Iskandar Muda.
Untuk diketahui, proses islah Bupati dan Wakil Bupati Aceh Tengah itu diinisiasi oleh Kajati Aceh Muhammad Yusuf bersama Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah dan unsur forkopimda Aceh lainnya.
Dari hasil penjajakan disepakati proses perdamaian dilaksanakan di Kejati Aceh pada Senin (6/7/2020).
Namun di luar dugaan, Shabela menyampaikan tidak bisa hadir dengan alasan sakit.
Kasi Penkum Kejati Aceh, H Munawal Hadi SH MH dalam konferensi pers menyampaikan bahwa Kajati Aceh menerima surat keterangan sakit dari Bupati Aceh Tengah, Shabela pada Minggu (5/7/2020) malam.
"Tadi malam Pak Kajati menerima suratnya," kata Munawal.
Surat keterangan sakit Bupati Shabela ditandatangani oleh dr Hardi Yanis SpPD FINASIM (ahli penyakit dalam) pada tanggal 4 Juli 2020 di Takengon.
Dalam surat itu dijelaskan bahwa Shabela sedang sakit sehingga tidak dapat menjalankan pekerjaan dan butuh istirahat selama empat hari dari tanggal 4-8 Juli 2020.
Seperti diketahui, hubungan Bupati Shabela dan Wakilnya Firdaus memanas sejak Rabu (13/5/2020).
Persoalan itu muncul didasari oleh kemarahan Firdaus terhadap Shabela yang dinilai tidak memenuhi komitmen awal pada saat Pilkada tahun 2017.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/suratsakitbupati.jpg)