Perbankan
Berantas Rentenir, Aceh Tamiang Bentuk Bank Kredit Berbasis Syariah
Kehadiran bank ini merupakan solusi bagi masyarakat agar terbebas dari jeratan rentenir berkedok koperasi yang kembali marak beroperasi di perkampunga
Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Ansari Hasyim
Laporan Rahamad Wiguna | Aceh Tamiang
SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG - Pemkab Aceh Tamiang dalam waktu dekat akan membentuk bank kredit berbasis syariah sebagai wadah masyarakat untuk meminjam uang.
Kehadiran bank ini merupakan solusi bagi masyarakat agar terbebas dari jeratan rentenir berkedok koperasi yang kembali marak beroperasi di perkampungan Aceh Tamiang.
Bupati Aceh Tamiang, Mursil menjelaskan ide pembentukan bank kredit syariah ini dihasilkan melalui rapat bersama SKPK dan dua pimpinan bank, kemarin.
Dia meminta bank tersebut benar-benar dijalankan sesuai perekonomian syariah, sehingga masyarakat tidak lagi terjebak dalam praktik riba.
“Sudah jelas riba itu haram, dilarang dalam agama. Nanti bank ini harus betul-betul syariah, jangan lagi bersinggungan dengan riba,” kata Mursil, Selasa (7/7/2020).
Secara khusus Mursil kemudian menginstruksikan Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setdakab Aceh Tamiang serta Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Kampung (DPMKPPKB) mempelajari sistem kerja bank ini agar bisa segera diluncurkan.
“Harus tetap memperhatikan nilai Islami di dalam penerapannya, jangan lagi menjerat masyarakat dengan praktik riba,” sambungnya.
Mursil menjelaskan ide ini tidak terlepas dari masukan yang disampaikan pihak BRI Syariah Cabang Kualasimpang yang menyebut hampir seluruh desa di Jawa telah membentuk Bank Kredit Desa (BKD).
• Pertemuan Dengan DPRA, Abusyik Laporkan Tapal Batas dan Tiga Infrasruktur
• Penentuan Zona untuk Sekolah yang Bisa Laksanakan Pembelajaran Tatap Muka, Begini Caranya
• Pemko Banda Aceh Pertegas Tapal Batas Ateuk Jawo dengan Batoh Jalan Fajar Harapan
BKD layak dicontoh karena dinilai ampuh dalam memberantas praktik rentenir.
Sementara Pimpinan Cabang Bank Aceh Syariah Kualasimpang, Muhammad Syah mengungkapkan pihaknya telah berupaya memerangi praktik rentenir dengan bekerja-sama dengan Koperasi Mitra Dhuafa yang berada di Kampung Dalam, Kecamatan Karangbaru.
Koperasi binaan Bank Aceh Syariah ini diakuinya telah banyak membantu masyarakat, terutama pedagang yang membutuhkan bantuan modal.
“Ke depannya diharapkan akan banyak terbentuk Koperasi Mitra Dhuafa di Aceh Tamiang sehingga dapat membantu masyarakat,” kata Muhammad Syah.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/bupati-aceh-tamiang-ngopi-bersama-warga.jpg)