Polisi Periksa Pimpinan PT ASN, Selidiki Kebakaran Lahan HGU Seluas 7 Hektare
Polres Nagan Raya memeriksa pimpinan PT Agro Sinergi Nusantara (ASN) dan seorang karyawannya terkait kebakaran lahan di perusahaan
SUKA MAKMUE - Polres Nagan Raya memeriksa pimpinan PT Agro Sinergi Nusantara (ASN) dan seorang karyawannya terkait kebakaran lahan di perusahaan kelapa sawit tersebut, Senin (6/7/2020). Pemeriksaan itu guna mengungkap penyebab lahan Hak Guna Usaha (HGU) milik PT ASN bisa terbakar hingga mencapai 7 hektare.
Informasi yang diperoleh Serambi, Senin kemarin, dari pihak kepolisian menjelaskan, pemeriksaan yang dilakukan di Mapolres Nagan Raya itu dilakukan terhadap Fahrizal (Manajer Kebun PT ASN), Bahagia (karyawan PT ASN), dan M Patra (Tuha Peut Ujong Lamie), dengan status ketiganya masih sebagai saksi. Pemeriksaan ini terkait lahan HGU yang terbakar sekitar 7 hektare pada Minggu (5/7/2020) lalu, berlokasi di Desa Ujong Lamie, Kecamatan Darul Makmur. Kebakaran lahan itu sendiri sudah berhasil dipadamkan.
Kapolres Nagan Raya, AKBP Risno SIK, melalui Kasat Reskrim AKP Fadhillah Aditya Pratama SIK kepada Serambi, Senin kemarin, mengatakan, penyidik telah memeriksa dan memintai keterangan pimpinan kebun dan karyawan PT ASN. "Sejauh ini, sudah tiga orang kita periksa," katanya. Menurut Kasat Reskrim, pemeriksaan itu guna mengungkap penyebab kebakaran lahan HGU di PT ASN. "Tiga orang yang kita mintai keterangan itu sejauh ini masih sebagai saksi. Sejumlah saksi lain juga akan kita mintai keterangan," jelasnya.
Diakui AKP Fadhdillah, lahan HGU terbakar itu merupakan lahan kosong dan sejauh ini belum diketahui penyebab terjadi kebakaran. Namun lahan yang terbakar milik PT ASN itu sudah dipadamkan sendiri oleh pihak perusahaan. “Terkait penyebab, masih didalami apakah sengaja dibakar atau ada penyebab lain,” ucapnya.
Lebih lanjut, Kasat Reskrim AKP Fadhillah Aditya Pratama menambahkan, pihaknya juga sedang menyelidiki penyebab kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Krueng Itam dan Alue Siron, Kecamatan Tadu Raya. "Sejumlah orang sudah kita panggil untuk dimintai keterangan," bebernya.
Warga yang diperiksa, ungkap Kasat Reskrim Polres Nagan Raya, termasuk keuchik dan pemilik kebun. "Pemeriksaan kita lakukan untuk mengetahui apakah lahan itu sengaja dibakar atau penyebab lain," tukasnya. Menurut dia, sejumlah saksi lain masih akan dipanggil. Sedangkan luas areal terbakar pada kawasan Krueng Itam dan Alue Siron, mencapai 12 hektare.
Sementara itu, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Nagan Raya, dalam beberapa hari terakhir, sudah padam pada Senin (6/7/2020). Titik yang sebelumnya terbakar di Desa Krueng Itam, Kecamatan Tadu Raya dengan luas mencapai 12 hektare.
Meski sudah padam, tim gabungan yang terdiri dari personel BPBD bersama TNI dan Polri, masih terus memantau titik karhutla sehingga tidak lagi terbakar. Padamnya kebakaran lahan gambut itu setelah dilakukan penyiraman oleh tim gabungan dan juga tak lepas dari guyuran hujan yang melanda kawasan tersebut. “Alhamdulillah, lahan terbakar sudah padam," kata Kalak BPBD Nagan Raya, Mistar kepada Serambi, Senin (6/7/2020).
Menurut Mistar, tim gabungan masih berpatroli di lokasi untuk memantau dan mencegah kebakaran terjadi lagi. Bahkan, beber dia, alat berat juga masih disiagakan di lokasi untuk membuat saluran air sehingga kebakaran tidak meluas. "Tidak ada penambahan jumlah areal yang terbakar. Masih tetap 12 hektare," sebut Kalak BPBD Nagan Raya.(riz)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/aran-lahan-hgu-perusahaan-kelapa-sawit-terse.jpg)