Jumat, 1 Mei 2026

Luar Negeri

Kasus Virus Corona Arab Saudi Tembus 220.144 Orang, Iran Akan Kembali Berlakukan Lockdown

Kerajaan Arab Saudi terus mencatat penambahan korban harian virus Corona, baik kasus baru maupun meninggal dunia.

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
BISJ/Guinness World Records
Anak-anak British International School of Jeddah (BISJ) berhasil menyambungkan tutup botol 

SERAMBINEWS.COM, RIYADH - Kerajaan Arab Saudi terus mencatat penambahan korban harian virus Corona, baik kasus baru maupun meninggal dunia.

Dalam laporan terbaru Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Arab Saudi, Rabu (8/7/2020) malam mengumumkan 3.036 kasus baru.

Kasus baru tertinggi dilaporkan di Riyadh sebanyak 288 orang.

Di Kota Jeddah ditemukan 243 kasus baru.

Di Kota Taif sebanyak 187 orang

Di Kota Hufof sebanyak 171

Dan di Kota Suci Mekkan ditemukan 142 kasus baru.

Dilansir ArabNews, Rabu (8/7/2020), dengan penambahan itu, maka jumlah korban virus Corona Arab Saudi sudah mencapai 220.144 Orang.

Kemenkes Arab Saudi juga mengumumkan 42 kematian akibat virus Corona baru, Covid-19

Kemenkes melaporkan jumlah pasien virus Corona yang sembuh sebanyak 3.211 orang.

Sehingga, jumlah total pasien virus Corona yang pulih sebanyak 158.050 orang.

Dengan demikian, jumlah pasien virus Corona yang masih dirawat mulai turun, menjadi 62.094 orang.

Sedangkan jumlah pasien virus Corona yang meninggal pada Rabu (8/7/2020) sebanyak 42 orang.

Sehingga, jumlah pasien virus Corona Arab Saudi yang meninggal dunia sebanyak 2.059 orang.

Angka Kematian Virus Corona Arab Saudi Tembus 2.017 Orang, Saudi Seleksi 1.000 Jamaah Haji 2020

Kasus Virus Corona Arab Saudi 213.716 Orang, Haji 2020 Diperketat, Walau Hanya 1.000 Orang

Arab Saudi Gelar Operasi Militer Tumpas Houthi, Rudal Hampir Hantam Ibu Kota Riyadh

Kasus Virus Corona Iran

Sementara, musuh bebuyutan Arab Saudi, Iran merencanakan memberlakukan kembali lockdown atau penguncian.

Hal itu seiring makin tinggi jumlah harian korban virus Corona, termasuk kematian.

Iran, Rabu (8/7/2020) melaporkan korban virus Corona yang meninggal dunia telah melampaui 12.000 orang.

Berdasarkan hal itu, pemerintah sedang mempertimbangkan untuk menerapkan kembali tindakan pembatasan di Teheran.

Hal itu itu terjadi sehari setelah republik Islam itu melaporkan jumlah kematian satu hari tertinggi 200 orang akibat Covid-19.

Iran telah memerangi wabah virus paling mematikan di Timur Tengah sejak akhir Februari 2020 lalu.

Juru Bicara Kementerian Kesehatan Iran, Sima Sadat Lari mengatakan dalam 24 jam terakhir pada Rabu (8/7), sebanyak 153 pasien virus Corona meninggal dunia.

Sehingga jumlah total kematian menjadi 12.084 orang.

Dia mengatakan total kasus meningkat menjadi 248.379 orang.

Seusai bertambah 2.691 kasus baru virus Corona pada Rabu (8/7/2020)

Dikatakan, 9 dari 31 provinsi Iran diklasifikasikan sebagai zona "merah", kategori tertinggi dalam penskalaan risiko virus di negara itu.

Sepuluh provinsi lainnya bersiaga termasuk ibukota Teheran dan provinsi sekitarnya.

"Teheran menghadapi situasi yang sangat rapuh," kata Alireza Zali, Kepala Gugus Tugas Virus Kota Teheran.

"Jumlah infeksi, kematian dan rawat inap telah meningkat tajam dalam 10 hari terakhir ini," katanya seperti dikutip oleh kantor berita ISNA.

Iran menutup sekolah, membatalkan acara-acara publik dan melarang gerakan di antara 31 provinsi pada Maret 2020.

Tetapi pemerintah secara progresif mencabut pembatasan mulai April 2020 untuk mencoba membuka kembali ekonominya yang terkena sanksi AS.

Zali mengatakan Teheran membutuhkan langkah-langkah yang lebih ketat untuk menahan virus.

Dia mengatakan akan membahas penerapan kembali dalam pertemuan darurat dengan menteri kesehatan.

Wakilnya, Ali Maher, mengatakan penguncian kembali akan dimulai pada pada Sabtu (11/7/2020).

Beberapa provinsi merah telah menerapkan kembali pembatasan dalam beberapa pekan terakhir ini, setelah menerima lampu hijau dari pemerintah.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved