Sabtu, 2 Mei 2026

Konflik Amerika vs Iran

Iran Siaga Perang, Tegaskan Akan Balas Setiap Serangan AS, Dunia Waspadai Perang Baru

Iran juga menegaskan akan mempertahankan kontrol atas jalur strategis Selat Hormuz, yang saat ini dilaporkan masih ditutup.

Tayang:
Editor: Faisal Zamzami
Tangkapan layar/MILITER IRAN
RUDAL - Pasukan Iran menembakkan rudal dalam latihan militer di Pantai Makran, Teluk Oman, dekat Selat Hormuz, 31 Desember 2022. Selat Hormuz kini menjadi titik konflik terbaru antara Iran dan Amerika Serikat. 

Ringkasan Berita:
  • Iran mengeluarkan ancaman akan melancarkan serangan “panjang dan menyakitkan” terhadap posisi militer AS jika Washington kembali melakukan serangan.
  • Pernyataan ini muncul di tengah kebuntuan konflik yang telah berlangsung sekitar dua bulan antara AS–Israel melawan Iran, sebagaimana dilaporkan oleh Reuters pada Jumat (1/5/2026).
  • Sejumlah pejabat militer Iran menegaskan kesiapan mereka untuk merespons setiap eskalasi baru dari AS

 

SERAMBINEWS.COM, TEHERAN - Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali meningkat tajam.

Iran mengeluarkan ancaman akan melancarkan serangan “panjang dan menyakitkan” terhadap posisi militer AS jika Washington kembali melakukan serangan.

Pernyataan ini muncul di tengah kebuntuan konflik yang telah berlangsung sekitar dua bulan antara AS–Israel melawan Iran, sebagaimana dilaporkan oleh Reuters pada Jumat (1/5/2026).

 
Ancaman Balasan Iran

Sejumlah pejabat militer Iran menegaskan kesiapan mereka untuk merespons setiap eskalasi baru dari AS:

-Seorang pejabat senior Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) menegaskan bahwa bahkan serangan terbatas dari AS akan dibalas langsung.

-Komandan Angkatan Udara Iran, Majid Mousavi, memperingatkan ancaman terhadap kapal-kapal perang AS di kawasan.

Mousavi menyatakan: “Kami telah melihat apa yang terjadi pada pangkalan regional Anda, kami akan melihat hal yang sama terjadi pada kapal perang Anda.”
 
Selat Hormuz Jadi Titik Krisis

Iran juga menegaskan akan mempertahankan kontrol atas jalur strategis Selat Hormuz, yang saat ini dilaporkan masih ditutup.

Penutupan ini berdampak besar secara global, karena:

-Sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas dunia terganggu

-Harga energi global melonjak tajam

-Minyak Brent sempat menembus lebih dari 126 dolar AS per barel sebelum turun ke sekitar 114 dolar AS

Pemimpin Iran, Ayatollah Mojtaba Khamenei, menegaskan bahwa pihak asing tidak memiliki tempat di wilayah tersebut.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved