73 Sekolah Siap Belajar Tatap Muka
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nagan Raya pada Jumat (10/7/2020), mengadakan rapat koordinasi (rakor) dengan berbagai komponen
* Tak Patuhi Protokol Kesehatan Akan Ditutup Paksa
SUKA MAKMUE - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nagan Raya pada Jumat (10/7/2020), mengadakan rapat koordinasi (rakor) dengan berbagai komponen dalam mematangkan pelaksanaan sekolah tatap muka yang akan dimulai, Senin (13/7/2020) besok. Namun begitu, tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 menyatakan, sekolah yang tidak mematuhi protokol kesehatan akan ditutup paksa.
Penegasan itu dituangkan dalam poin hasil pertemuan yang berlangsung di aula Kantor Bupati Nagan Raya tersebut. “Ada empat poin yang dilahirkan dalam rapat koordinasi tersebut,” kata Plt Kadis Pendidikan Nagan Raya, Irwan kepada Serambi, kemarin. Irwan menyebutkan, sekolah yang siap mengadakan proses belajar mengajar (PBM) tatap muka sebanyak 73 unit, dengan rincian SMP 39 unit, MTs sebanyak 9 unit, SMA 17 unit, SMK 5 unit, dan MA sebanyak 3 unit.
Ia menyatakan, sekolah yang akan belajar mengajar secara tatap muka itu hanya untuk tingkat SMP/MTs dan SMA/MA/SMK. Syaratnya, beber dia, sekolah yang menggelar PBM tatap muka itu harus mematuhi protokol kesehatan seperti penyediaan tempat cuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak. “Pihak gugus tugas akan mengawasi proses PBM tatap muda di sekolah-sekolah tersebut. Bila ditemukan ada yang tidak mematuhi protokol kesehatan maka akan ditutup kembali atau dibatalkan PBM tatap muka di sekolah itu dan dialihkan lagi ke sistem daring,” tandasnya.
Zona hijau
Sementara itu, informasi yang diterima Serambi mengungkapkan, pelaksanaan rakor di aula Kantor Bupati Nagan Raya itu dihadiri Bupati HM Jamin Idham, Kapolres AKBP Risno, Dandim Letkol Inf Guruh Tjahyono, Wakil Ketua DPRK Puji Hartini, dan perwakilan Kejari, serta Plt Kadis Pendidikan, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Aceh Wilayah Nagan Raya, dan Kakankemenag setempat. Turut hadir, sejumlah persatuan kepala sekolah dan kepala madrasah di Nagan Raya.
Pada kesempatan itu, Bupati Nagan Raya, HM Jamin Idham menyatakan, pemkab menyambut baik terhadap rencana kembali dibuka sekolah tatap muka. “Alhamdulilah. Nagan Raya merupakan daerah zona hijau dari kasus pandemi Covid-19,” kata Bupati.
Namun begitu, Bupati HM Jamin Idham kembali meminta sekolah dan madrasah yang mulai menerapkan proses belajar mengajar tatap muka untukmematuhi aturan berlaku seperti protokol kesehatan. Langkah tersebut, ujarnya, sebagai bentuk pencegahan sehingga terhindar dari penyebaran Covid-19. Di sisi lain, Bupati melanjutkan, dalam waktu dekat Nagan Raya akan didatangi Menkopolhukam Mahfud MD karena merupakan daerah zona hijau Covid-19. “Mari kita terus tingkatkan kewaspadaan dan menjaga kesehatan sehingga tetap zona hijau,” ajaknya.
Pada bagian lain, Pelaksana Tugas (Plt) Kadis Pendidikan Nagan Raya, Irwan kepada Serambi mengakui, bahwa proses belajar mengajar (PBM) tatap muka untuk tingkat SD dan MI masih akan ditunda hingga 2 bulan lagi ke depan. Irwan menegaskan, sekolah tatap muda untuk SD dan MI sesuai edaran empat menteri, baru akan dilaksanakan pada 14 September mendatang. “Jadi, untuk saat ini sekolah tahun ajaran baru bagi murid SD/MI tetap jalan tapi masih sistem daring atau online,” pungkasnya.(riz)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/plt-kadis-pendidikan-nagan-raya-irwan-2.jpg)