Lahan Sport City Pidie belum Ditetapkan

Penetapan lahan sport city untuk penyelenggaraan PORA XIV tahun 2022, belum ditetapkan Pemkab Pidie

For Serambinews.com
Ketua Harian KONI Aceh, Kamaruddin Abubakar   

SIGLI- Penetapan lahan sport city untuk penyelenggaraan PORA XIV tahun 2022, belum ditetapkan Pemkab Pidie. Hal itu diketahui dalam pertemuan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Aceh, dengan Bupati Pidie, Roni Ahmad SE atau Abusyik di pendopo setempat. Anggaran untuk pembebasan lahan untuk sport city telah diplotkan dalam APBK 2020.

Ketua Harian KONI Aceh, Kamaruddin Abubakar atau Abu Razak dalam rapat di Pendopo Bupati Pidie, Jumat (10/7) malam, mengatakan, penetapan lahan sebagai lokasi sport city harus dipercepat, agar dapat dilanjutkan pembangunan infrastruktur lain di lokasi tersebut. Menurutnya, penetapan lahan sport city telah bisa dilakukan, mengingat mekanismenya telah ada.

"Jadi tidak menjadi persoalan untuk dilakukan pengadaan lahan. Kami kecewa belum dilakukan penetapan lokasi sport city untuk penyelenggara PORA 2022," jelasnya  Kata Abu Razak, saat ini lokasi sport city belum ditetapkan, maka jangan menghayal terlalu jauh untuk pembanguanan infrastruktur lainya. Ibarat pribahasa Aceh, sebut Abu Razak, hana peu tacet langet (jangan pernah dicat langit).

Untuk itu, bupati harus segera menunjukan lahan untuk pembangunan sport city. Konon lagi, kedepan ini, Pidie dihadapkan akan melaksanakan dua even besar. Adalah Porwil dan PON. “ Kita mengingatkan pelaksanaan PORA di Pidie jangan terulang seperti pelaksanaan PORA yang dilaksanakan di Aceh Besar akibat kurangnya persiapan. Untuk itu, persiapan PORA bek lagei ureung kuet padee teungoh reudok ( jangan seperti orang mengumpulkan padi yang dijemur saat petir menggelegar)," ujar Abu Razak.

Sementara Bupati Pidie, Roni Ahmad atau Abusyik dalam pertemuan itu menyebutkan, dirinya sangat gerah akibat belum ditetapkannya lahan untuk dibangun city sport centre.  " Bek ka peuteungeut lon lam ayon (jangan saya ninabobokan dalam ayunan)," kata Abusyik.

Orang nomor satu di Pidie itu, mengungkapkan, panitia percepatan persiapan PORA tidak berlarut-larut dalam menetapkan lokasi lahan, mengingat anggaran telah disiapkan Rp 15 miliar dalam APBK 2020. "Saya terkejut lahan sport city belum ditetapkan. Sebab, selama ini semua laporan yang saya terima dari SKPK, bahwa lahan untuk lokasi sport city telah siap. Tapi, buktinya sampai kini penentuan lahan belum tuntas," ujarnya.

Kata Abusyik, semua SKPK harus semangat bekerja dan kompak dalam percepatan persiapan PORA. Sejauh ini, kata Abusyik, baru siap pada laporan sebatas perencanaan dan Detail Engineering Design (DED) di sejumlah lokasi untuk sarana pelaksanaan PORA.

"Saya minta kepada tim percepatan persiapan PORA, agar segera menetapkan lahan yang sesuai untuk pembangunan untuk sport city," ujarnya. Abusyik menambahkan, sekda, asisten satu, asisten dua, bappeda, Dinas Pariwisata Budaya Pemuda Olahraga (Disparbudpora) Pidie untuk mempercepat proses penetapan dan pengadaan lahan yang telah ditentukan seluas 5 hektare.

" Jika tanah untuk sport city telah siap, publik akan menilai bahwa Pemkab Pidie sebagai tuan rumah untuk menggelar perhelatan PORA di Pidi," pungkasnya. (naz)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved