Luar Negeri
Maroko Lockdown Kota Pelabuhan Tangiers
Pemerintah Maroko, Senin (13/7/2020) mengumumkan kembalinya memberlakukan lockdowon atau penguncian di kota pelabuhan utara Tangiers.
SERAMBINEWS.COM, RABAT - Pemerintah Maroko, Senin (13/7/2020) mengumumkan kembalinya memberlakukan lockdown di kota pelabuhan utara Tangiers.
Kebijakan itu untuk mencegah wabah virus Corona baru terus meluas.
Tindakan pemerintah itu hanya beberapa minggu setelah mencabut pembatasan nasional.
Kota berpenduduk sekitar satu juta jiwa itu dikunci sejak Senin (13/7/2020) siang waktu setempat.
Dimana transportasi umum dihentikan, kafe-kafe dan ruang-ruang publik ditutup serta pergerakan warga dibatasi.
Dilansir AFP, Senin (13/7/2020), penduduk hanya diperbolehkan meninggalkan rumah dalam kasus kebutuhan ekstrim.
Menteri Dalam Negeri Maroko mengatakan tindakan luar biasa dari pejabat lokal diperlukan.
Khusus untuk menjaga pergerakan warga di dalam atau luar kota.
• 2.245 Pasien Virus Corona Arab Saudi Kritis, Dari 65.269 Pasien Covid-19 di Rumah Sakit
• Sempat Hadir ke Sekolah, Siswa Langsung Diarahkan Pulang
• VIDEO - Puluhan Pondok Wisata di Meulaboh Ambruk Diterjang Gelombang Tinggi
Pihak berwenang memutuskan untuk menerapkan kembali langkah-langkah untuk mencegah penyebaran virus.
Setelah sekelompok infeksi baru muncul di kota pelabuhan itu.
Kota utara, dengan pantai yang cerah, memiliki pelabuhan yang luas.
Juga sebagai pusat ekonomi utama yang menghubungkan Afrika dengan Eropa dan sekitarnya.
Maroko telah memberlakukan tindakan penguncian nasional yang ketat setelah mencatat kasus COVID-19 pertamanya pada Maret 2020.
Tetapi, mulai melonggarkan mereka pada Juni 2020.
Sejak saat itu membuka kembali kafe dan restoran.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/warga-maroko.jpg)