Breaking News:

Salam

Belajar Online tak Punya Internet, Apa Solusinya?

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim membolehkan sekolah-sekolah tingkat SMP dan SMA yang berada di zona hijau

FOTO KIRIMAN SAMSUARDI
Mahasiswa Beutong Ateuh Banggalang, Nagan Raya terpaksa belajar berdesakan di posko belajar online kawasan Gunung Singah Mata, Jumat (8/5/2020). 

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim membolehkan sekolah-sekolah tingkat SMP dan SMA yang berada di zona hijau untuk menerapkan pembelajaran dengan metode tatap muka di dalam kelas, namun para guru, tenaga pendidik, siswa, dan wali murid  harus tetap mematuhi protokol kesehatan secara ketat. Tahun ajaran baru 2020/2021 serentak dimulai pada 13 Juli 2020 dalam suasana yang tak biasa. Taka ada upacara Senin, tak ada senam pagi, dan tak ada pula senda gurau anak-anak. Mereka semuanya wajib mengenakan masker dan  menjaga jarak sebagaimana aturan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tentang pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di masa pandemi Covid‑19.

Sedangkan sekolah-sekolah tingkat SD yang berada di zona hijau masih harus belajar secara online atau cara-cara lain yang nontatap muka. Wajib belajar secara daring (online) juga berlaku untuk semua tingkatan sekolah berada di zona merah dan kuning virus Corona.

Ke-17 kabupaten/kota yang sudah dibolehkan menyelenggarakan sekolah dengan metode tatap muka adalah Pidie Jaya, Kota Sabang, Kota Langsa, Aceh Singkil, Bireuen, Aceh Jaya, Nagan Raya, Aceh Tenggara, Aceh Tengah, Aceh Barat, Aceh Timur, Kota Subulussalam.Aceh Barat Daya, Pidie, Simeulue, Gayo Lues dan Bener Meriah.

Sedangkan enam kabupaten/kota yang belum boleh buka sekolah adalah Kota Banda Aceh, Kota Lhokseumawe, Kabupaten Aceh Utara, Kabupaten Tamiang, Kabupaten Aceh Besar, dan Kabupaten Aceh Selatan. Keenam daerah tersebut masuk dalam zona merah dan kuning.

Pemerintah, khususnya Kemendikbud, sangat bersikap hati-hati membuat kebijakan untuk buka sekolah di suasana jangkitan Covid-19 yang belum mereda ini. Karenanya, jika pun sekolah-sekolah tingkat SMP dan SMA yang berada di zona hijau menyelenggarakan sekolah tatap muka, maka para siswa juga harus mendapat izin dari orangtua/wali untuk ke sekolah. Dan, kata Nadiem Makarim, orang tua yang merasa khawatir, boleh menolak anaknya ke sekolah. Dengan catatan harus ikut program belajar di rumah secara dari daring.

Dalam beberapa kali berbicara tentang penyelenggaraan sekolah tatap muka, Mendikbud berulang-ulang mengingatkan para penyelenggara sekolah untuk secara disiplin mematuhi protokol kesehatan terkait dengan pandemi Corona. Siswa, tenaga pendidik, guru, dan pihak-pihak lainnya yang berada di sekolah wajib memathu protokol kesehatan. Antara lain tetap mengenakan masker, menjaga jarak, serta cucit angan pakai sabun di fasilitas yang berada dalam lingkungan sekolah. Catatan lainnya, bekal makanan dan minuman wajib dibawa dari rumah. Artinya sejak berangkat dari rumah hingga keluar dari sekolah, anak-anak tidak boleh jajan.

Kemudian, terkait denga n pembelajaran secara online yang masih harus dijalankan oleh bagitu banyak pelajar di seluruh Aceh, akan menjadi masalah besar bagi pemerintah di Aceh. Pasalnya, hingga kini internet belum mampu menjangkau semua wilayah hunian pelajar di daerah ini.

Anak‑anak yang berada di daerah tanpa internet dipastikan akan tetap terhambat pembelajarannya karena hingga kini belum ada upaya signifikan untuk mengatasi kendala pembelajaran jarak jauh. Kita belum punya data berapa banyak siswa di Aceh yang pemukimannya belum terjangkau internet. Namun data Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada April 2020, secara nasional menunjukkan, sebanyak 40.779 atau sekitar 18 persen sekolah dasar dan menengah tidak ada akses internet dan 7.552 atau sekitar 3 persen sekolah belum terpasang listrik. Akses peserta didik terhadap pembelajaran daring di rumah dapat lebih rendah lagi karena kendala kepemilikan gawai/laptop dan kuota internet.

Belajar di era new normal memang tak akan pernah sama lagi dengan cara dan suasana belajar sebelum bumi ini “diteror” virus Corona. Bisa jadi ke depan siswa akan lebih banyak belajar di rumah ketimbang tatap muka di sekolah. Oleh karena itu, ketersediaan fasilitas internet menjadi kebutuhan primer bagi terselenggaranya pendidikn di era new normal.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved