Berita Aceh Barat Daya
Harga Gabah Anjlok Saat Petani Abdya Panen Padi
Sejumlah petani di kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) mengeluhkan Harga Gabah Kering Panen (GKP) kian anjlok.
Penulis: Rahmat Saputra | Editor: Muhammad Hadi
Laporan Rahmat Saputra I Aceh Barat Daya
SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Sejumlah petani di kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) mengeluhkan Harga Gabah Kering Panen (GKP) kian anjlok.
Di mana, saat ini harga GKP dihargai sekitar Rp 4.800 hingga Rp 4.900 per kilogram.
Sebelumnya, beberapa minggu yang lalu, harga GKP mencapai Rp5.300 hingga Rp5.600 per kilogram.
Informasi diperoleh Serambinews.com, anjloknya harga GKP kemungkinan besar dipengaruhi oleh cuaca yang mengalami musim penghujan.
Akibatnya, padi yang dipanen musim penghujan, menyebabkan gabah jadi basah dan tidak bisa dikeringkan.
Sehingga kualitas gabah menurun dan berakibat pada anjloknya harga.
• Rumah Warga Penuh Material Pasir, Korban Banjir Rob di Gampong Pasir Butuh Bantuan Tenaga Kebersihan
"Panen padi ini, saya lakukan secara manual saja, menghasilkan gabah yang kualitas rendah.
Apalagi yang memanen dengan menggunakan mesin pemotong padi (combine harvester), tentu lebih parah," ujar salah seorang petani di Kecamatan Tangan-Tangan, Fauzan.
Hal itu kemungkinan dipengaruhi akibat kualitas padi dan juga faktor cuaca hujan memasuki musim panen.
Sehingga kualitas padi tidak baik jika dipanen dengan mesin pemotong padi (combine harvester).
Akibat kualitas gabah yang tidak baik, kata Muhammad Ali, petani lainnya, harga gabah kian anjlok.
• Harga Biji Melinjo di Pidie Anjlok Jadi Rp 17 Ribu Per Bambu, Sebelum Darurat Corona Rp 27 Ribu
Saat ini, harga gabah dihargai agen pengepul berkisar antara Rp4.800 hingga Rp4.900 perilogram.
"Itupun tergantung kualitas gabah. Hitam sedikit saja, maka agen pengepul tidak mau membelinya," sebutnya.
Harga gabah dipastikan kian anjlok, seiring meluapnya proses panen.
Turunnya harga gabah ini, membuat petani di Abdya resah karena harus berpacu dengan waktu.
"Anjloknya harga gabah hitungannya per hari. Kemarin masih berkisar Rp 4.900, hari ini kami jual tadi Rp 4.800 perkilogram. Bisa jadi besok jadi Rp 4.700 perkilogram," sesalnya.
• Ombudsman Sarankan Pemerintah Aceh Subsidi Pupuk dari Dana Otsus APBA
Anjloknya harga jual gabah, sangat mengkwatirkan kaum tani.
Harga jual gabah tidak sebanding dengan biaya yang dikeluarkan petani, mulai dari proses penggarapan lahan hingga memasuki masa panen.
"Modal yang kita keluarkan lebih besar dari pada hasil yang didapat. Apalagi banyak petani yang tidak mendapatkan hasil begitu sempurna.
Misalnya musim lalu mendapat dua ton lebih untuk 1/3 hektare, tapi musim ini justru di bawah dua ton," ujar Safrizal, petani kawasan Kecamatan Setia.
Akibat terus turunnya harga jual gabah hasil panen, sambungnya, petani merugi dan dikhawatirkan tidak cukup untuk membiayai musim tanam berikutnya.
"Harga jual gabah tidak sebanding dengan biaya yang dikeluarkan petani mulai dari proses penggarapan lahan hingga memasuki masa panen padi," terangnya.
• Seorang Gadis dan Ayahnya Tewas Ditembak, Pelaku Marah Lamaran Ditolak dan Korban Nikahi Pria Lain
Dimana, sambungnya, semua biaya seperti pemotongan padi dan biaya lainnya diperoleh dari hasil penjualan gabah, sehingga modal yang dikeluarkan petani lebih besar dari pada hasil penjualan padi.
"Dengan kondisi harga gabah yang semakin turun, tak ayal agen pengepul atau tengkulak gabah banyak mengincar gabah hasil panen padi di Kabupaten Abdya," sebutnya.
Para agen itu, tambahnya, kebanyakan berada dari berbagai daerah, seperti Aceh Selatan, Nagan Raya, Bireuen dan sejumlah daerah lain termasuk agen dari luar Provinsi Aceh seperti Medan, Sumatera Utara.
"Kita berharap hadirnya pabrik modern milik pemkab, bisa membantu para petani dan menampung harga gabah diatas Rp 5.000 per kilo," harapnya.(*)
• Viral Video Latihan Pemadam Kebakaran Disebut Pitam dan Hampir Muntah
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/harga-gabah-di-abdya-terus-anjlok-2020.jpg)