Lagi, Polisi Periksa Pekerja PT ASN
Penyidik Polres Nagan Raya kembali memeriksa tiga orang pekerja PT Agro Sinergi Nusantara (ASN), Jumat (10/7/2020) kemarin
* Kasus Kebakaran Lahan HGU di Darul Makmur
SUKA MAKMUE - Penyidik Polres Nagan Raya kembali memeriksa tiga orang pekerja PT Agro Sinergi Nusantara (ASN), Jumat (10/7/2020) kemarin. Ini pemeriksaan lanjutan setelah pada Senin (6/7/2020) lalu, polisi sudah memeriksa pimpinan PT ASN dan seorang karyawan perusahaan perkebunan kelapa sawit tersebut. Rangkaian pemeriksaan ini bertujuan untuk mengungkap penyebab kebakaran lahan hak guna usaha (HGU) milik PT ASN seluas 7 hektare di Desa Ujong Lamie, Kecamatan Darul Makmur pada pekan lalu.
Kapolres Nagan Raya, AKBP Risno SIK, melalui Kasat Reskrim, AKP Fadhillah Adityta Pratama SIK kepada Serambi, Minggu (12/7/2020), mengakui, bahwa pada Jumat lalu, sebanyak 3 pekerja dari PTASN diperiksa terkait kebakaran lahan HGU. Sama seperti pemeriksaan sebelumnya, jelas Kasat Reskrim, tiga pekerja yang dimintai keterangannya itu masih berstatus sebagai saksi. “Kasus kebakaran HGU itu masih kita dalami,” katanya.
Ia melanjutkan, dalam pekan ini, penyidik juga sudah menjadwalkan memeriksa sejumlah saksi lain guna memastikan penyebab kebakaran lahan HGU tersebut. “Semua pemeriksaan ini untuk memastikan apakah lahan HGU itu sengaja dibakar atau memang terbakar lantaran cuaca panas,” ujarnya.
Pada bagian lain, Kapolres Nagan Raya melalui Kasat Reskrim AKP Fadhillah Adityta Pratama SIK mengungkapkan, pihaknya saat ini juga sedang menyelidiki kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Kecamatan Beutong, kabupaten setempat yang diperkirakan seluas 3 hektare. “Kita juga sedang melakukan penyelidikan kasus di Beutong,” beber dia. “Kita akan usut tuntas sehingga kasus karhutla ke depan tidak lagi terjadi,” tandasnya.
Dilanjutkan dia, selain pada dua titik tersebut, penyidik Polres Nagan Raya juga sedang mendalami karhutla di Krueng Itam dan Alue Siron, Kecamatan Tadu Raya. Pada lokasi itu, lahan yang terbakar mencapai 12 hektare. “Sejumlah keterangan masih terus dikumpulkan penyidik,” pungkasnya.
Sementara itu, data yang diperoleh Serambi, kemarin, menyebutkan, luas lahan terbakar pada kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Nagan Raya, pekan lalu, mencapai 22 hektare. Jumlah ini merupakan akumulasi kebakaran yang terjadi pada sejumlah titik, seperti di Ujung Lamie, Kecamatan Darul Makmur, Kecamatan Beutong, dan Krueng Itam dan Alue Siron, Kecamatan Tadu Raya. Rinciannya, karhutla di Tadu Raya melahap 12 hektare, disusul kebakaran di Kecamatan Beutong mencapai 3 hektare, dan terakhir kebakaran lahan HGU milik PT Agro Sinergi Nusantara (ASN) di Ujong Lamie, Kecamatan Darul Makmur seluas 7 hektare. Namun begitu, semua kebakaran lahan tersebut kini sudah berhasil dipadamkan.(riz)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/kapolres-nagan-raya_akbp-risno-sik_2020.jpg)