Minggu, 12 April 2026

Berita Aceh Tamiang

Dapat Bantuan Ekscavator, Aceh Tamiang Fokus Benahi Tambak Masyarakat

Bantuan ini diserahkan langsung Dirjen Perikanan Budidaya KKP RI, Slamet Sugiarto kepada Kadis PPK Aceh Tamiang, Safuan di pendopo Bupati Aceh Timur

Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Muhammad Hadi
FOR SERAMBINEWS.COM
Kadis Pangan, Perikanan dan Kelautan Aceh Tamiang, Satuan (kiri) saat menerima bantuan ekscavator dan paket pengerjaan irigasi Pitap di Aceh Timur, Rabu (15/7/2020). 

Laporan Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG – Ditjen Perikanan Budidaya KKP RI menyerahkan bantuan satu unit ekscavator dan satu paket pengerjaan Pitap senilai Rp 225 juta kepada Dinas Pangan, Perikanan dan Kelautan (DPPK) Aceh Tamiang.

Bantuan ini diserahkan langsung Dirjen Perikanan Budidaya KKP RI, Slamet Sugiarto kepada Kadis PPK Aceh Tamiang, Safuan di pendopo Bupati Aceh Timur, Rabu (15/7/2020).

Safuan menjelaskan bantuan ini merupakan program jemputan dengan tujuan membantu petani tambak di Aceh Tamiang dalam meningkatkan produktivitas.

Dijelaskannya kondisi hari ini banyak petambak ikan maupun udang yang tidak bisa menfungsikan lahannya karena tidak memiliki biaya menyewa ekscavator untuk memperbaiki kerusakan tambak.

“Ekscavator ini sangat dibutuhkan untuk kebutuhan pembudidaya ikan dan udang, baik untuk mencetak lahan baru, rehab ataupun normalisasi tambak,” ujarnya, Rabu (15/7/2020).

BREAKING NEWS - Dalam Sehari Bertambah 27 Kasus Covid-19 di Aceh, Dua Orang Meninggal

Safuan menambahkan ukuran tambak di Aceh Tamiang saat ini lebih kecil, sehingga dibutuhkan alat berat setiap ingin melakukan perbaikan.

Berkaitan dengan itu, masyarakat kesulitan menyewa beko yang dipatok dengan tarif Rp 600 ribu per jam, sehingga banyak tambak yang terlantar.

“Kita harapkan kehadiran ekscavator ini berdampak langsung dengan meningkatnya produktivitas budidaya ikan atapun udang,” kata Safuan didampingi Kasi Pengembangan Perikanan Budidaya, TM Saleh.

Sementara bantuan paket irigasi Pitap senilai Rp 225 juta juga dinilai tidak kalah penting, mengingat kondisi jaringan irigasi terintregasi sudah banyak yang dangkal.

Kasus Baru Covid-19 Aceh 27 Orang, Dua Meninggal, Ini Data Lengkap

Pengerjaan irigasi ini disebutnya harus dilakukan secara manual dan melibatkan para pembudidaya ikan dan udang serta masyarakat di sekitar tambak.

“Pengerjaannya memang harus manual karena beko tidak boleh masuk untuk menghindari keruakan habitat hutan mangrove,” jelasnya.

Prosesi penyerahan bantuan ini dihadiri tiga politisi dari Dapil Langsa – Aceh Tamiang, yaitu anggota DPR RI Muslim dan dua senator, Abdullah Puteh dan Fadhil Rahmi. (*)

Lanjutan Liga 1 2020 Bergulir, PSS Sleman Tak Keberatan Persiraja Bermarkas di Stadion Maguwoharjo

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved