Desi Gebrina Rezeki, Anak Tukang Pangkas di Akmil TNI AD
Desi telah menunjukkan bukti keberhasilan dari sebuah tekad kuat dan kegigihan. Perempuan Aceh kelahiran 1 Desember 1997 ini berhasil menjadi taruna
Desi telah menunjukkan bukti keberhasilan dari sebuah tekad kuat dan kegigihan. Perempuan Aceh kelahiran 1 Desember 1997 ini berhasil menjadi taruna di Akademi Militer (Akmil) TNI AD dan tak lama lagi ia ditetapkan lulus dari pendidikan.
Langkahnya untuk bisa menjadi prajurit TNI AD ini tentu saja tak mulus. Ia pernah gagal sebelumnya. Namun hal itu tak membuatnya menyerah. Desi kembali mendaftar, meski hanya bermodalkan ijazah SMA dan berasal dari keluarga tak punya.
Pemilik nama lengkap Desi Gebrina Rezeki ini merupakan warga komplek Perumahan Budha Tzu chi, Gampong Neuhen, Kecamatan Mesjid Raya, Aceh Besar. Ayahnya, M Yahya, merupakan seorang tukang pangkas di kawasan Peunayong, Banda Aceh.
Desi mengaku sejak duduk di bangku SMA telah bercita-cita ingin menjadi prajurit Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad). Karena itu, begitu lulus tahun 2015 dari SMAN 2 Banda Aceh, ia mengikuti tes Bintara. Namun saat itu cita-cita kandas karena usianya belum cukup.
Meski gagal, Desi terus berlatih, baik itu persiapan fisik maupun mental bersama omnya, anggota TNI yang bertugas Aceh. Tahun 2016, berkat dorongan keluarga, Desi kembali mendaftar TNI AD pada jalur Akademi Militer (Akmil) di Kodam IM dan dinyatakan lulus.
“Tahun 2015, saya daftar sebagai bintara, tidak rezeki disitu, baru admistrasi saya disuruh pulang karena tidak cukup umur. Lalu Nganggur satu tahun, pada tahun 2016 saya tes Taruna (Capratar) Akademi Militer (Akmil), lewat,” kata Desi saat dijumpai Serambi di rumahnya, Rabu (15/7/2020).
Saat itu, Ia mengaku sama sekali tak menyangka bisa lulus karena pernah gagal pada tes sebelumnya. “Saat tes saya tidak percaya diri karena sebelumnya tidak lewat. Berkat motivasi dari keluarga besar, akhirnya saya jalani. Akhirnya lulus dan bisa seperti saat ini,” imbuhnya.
Dengan tercapainya cita-citanya menjadi prajurit TNI AD, Desi mengaku bangga pada dirinya. Tapi dia juga menambahkan bahwa keberhasilannya itu berkat doa dan dukungan dari orang tua dan keluarga besarnya. “Saya bangga pada diri saya, karena pada saat mengikuti pendidikan di sana banyak sekali kekurangan yang saya rasakan, dari tak ada uang jajan, bahkan banyak kekurangan lainya karena orang tua saya kurang mampu,” ungkap Desi.
Tapi kekurangan yang dia miliki itu tak membuat dirinya patah semangat dalam mengikuti pendidikan. Ia terus berjuang dan berusaha untuk menjadi lulusan terbaik.
“Saya harus berusaha di sana, karena jika mendapatkan prestasi, saya di kasih uang jajan dari om saya, makanya saya gigih agar dapat uang jajan. Tapi setiap tahun saya selalu dapat yang terbaik,” ujarnya.
Karena itu ia berpesan kepada anak-anak muda Aceh agar jangan pernah menyerah meskipun terlahir dari keluarga kurang mampu. Terus gapai cita-cita dengan semangat dan kegigihan tanpa melihat kekurangan yang dimiliki.
"Saya saja lahir dari keluarga kurang mampu bisa seperti saat ini karena kegigihan saya. Makanya saya berpesan kepada anak-anak muda, terus kejar cita-cita dengan kegigihan dan semangat," pesannya.(HD)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/desi-gebrina-rezeki-ini-merupakan-warga-komplek.jpg)