Tak Percaya Covid-19, Keluarga Ambil Paksa Jenazah
Sebuah insiden langka dan menegangkan terjadi di Rumah Sakit Umum dr Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh, Rabu (15/7/2020) sekitar pukul 05.30 WIB
Sejauh ini, kecuali dari kepala desa setempat, Serambi belum berhasil mendapatkan keterangan apa pun dari ahli waris MI.
Dua meninggal dunia
Selain MI, ada satu lagi pasien Covid-19 yang meninggal dunia, yakni ZM (31), penduduk Kecamatan Seulimuem, Kabupaten Aceh Besar. Menurut Kepala Dinas Kesehatan Aceh, dr Hanif, ZM duluan meninggal dibanding MI. ZM mengembuskan napas terakhir pada Senin (13/7/2020) di Ruang Aqsa Rumah Sakit Umum dr Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh, sedangkan MI meninggal pada Rabu (15/7/2020) sekitar pukul 05.30 WIB.
Namun, nama ZM baru tercatat sebagai pasien Covid-19 pada Rabu kemarin karena ia meninggal sebelum hasil swab RT-PCR-nya keluar dari Laboratorium Balitbangkes Aceh. Hasil swab itu baru keluar Selasa sore dan dicatat sekaligus dengan tanggal meninggalnya MI.
Penambahan kasus infeksi Covid-19 di Aceh, Rabu (15/7/2020), catat rekor harian tertinggi. Sebanyak 27 orang terkonfirmasi positif Corona yang sebagian besarnya adalah tenaga medis. Selain itu, dua pasien juga dilaporkan meninggal dunia.
Catatan Serambi, kasus infeksi yang terkonfirmasi pada Rabu kemarin merupakan yang tertinggi yang pernah terjadi di provinsi ini. Sebelumnya, seperti pada Juni lalu, tambahan kasus Covid-19 di Aceh paling banyak hanya 8, 11, dan 13 kasus per hari.
"Ya, hari ini rekor Covid-19 di Aceh. Bertambah 27 orang. Dua orang meninggal," kata Kepala Dinas Kesehatan Aceh, dr Hanif kepada Serambi di Banda Aceh, Rabu (15/7/2020) petang.
Hanif menyebutkan, dari 27 kasus positif Corona itu, 17 orang di antaranya berasal dari Aceh Besar, tujuh dari Banda Aceh, Lhokseumawe dan Bireuen masing-masing satu kasus, dan satu orang warga dari luar Aceh. "Selain itu, satu pasien Covid-19 di Aceh Utara hari ini dinyatakan sembuh," imbuhnya.
Sementara itu, Direktur RSUZA Banda Aceh, Dr dr Azharuddin SpOT K-Spine FICS yang ditanyai terpisah mengatakan, dari 27 kasus Corona itu, dia hanya punya data sebanyak 21 pasien. Sebagian besar merupakan tenaga medis di RSUZA, sebagaimana hasil uji swab (PCR) di Laboratorium Balitbangkes Aceh, Selasa (14/7/2020) malam.
Berdasarkan data tersebut, mereka yang terkonfirmasi Covid-19 terdiri atas dua orang dokter IGD Covid-19 RSUZA, keduanya perempuan, satu orang dokter yang sedang ikut program pendidikan dokter spesialis (PPDS) paru, juga perempuan.
Di rumah sakit itu juga ada seorang perempuan perawat yang positif Covid-19. Dia bertugas di instalasi gawat darurat (IGD). Selain itu, ada lima lagi tenaga medis di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Aceh yang juga terinfeksi. Tiga di antaranya wanita, dua pria. Selebihnya merupakan warga yang kontak erat dengan pasien Covid-19. Tujuh di antaranya laki-laki, lima orang perempuan.
Sementara Direktur RSUD Meuraxa, dr Fuziati Sp.Rad yang ditanyai petang kemarin mengatakan, di rumah sakit yang ia pimpin saat ini tidak ada seorang pun pasien yang positif Covid-19. Ia mengaku prihatin karena makin banyak saja dokter dan paramedis di Aceh yang terpapar.
"Subhanallah, tidak tahu kapan berakhirnya wabah Covid-19 ini. Semoga cepat berlalu dan syaratnya semua kita harus mematuhi protokol kesehatan," imbuh dr Fuziati.
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pemerintah Aceh, Saifullah Abdulgani menambahkan, kasus-kasus baru tersebut merupakan hasil tracing terhadap orang-orang yang memiliki riwayat kontak erat dengan pasien Covid-19 sebelumnya, baik tenaga medis maupun keluarganya.
“Dari 27 kasus baru tersebut, 11 orang tenaga medis, 6 orang kontak erat pasien positif terinfeksi virus corona, 5 orang kontak erat kasus ke-107, 2 orang kontak erat tenaga medis, 1 orang dosen, dan 2 orang meninggal dunia," rinci SAG.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/dr-dr-azharuddin-direktur-rsuza.jpg)