Rabu, 22 April 2026

Kajari Jaksel Diperiksa Kejaksaan Agung, Pengacara Djoko Tjandra Kelabakan

Anita menilai berbagai polemik mengenai Djoko Tjandra akhir-akhir ini, termasuk surat sakti, sengaja dimunculkan

Editor: Amirullah
Tangkapan layar Youtube Indonesia Lawyers Club
Pengacara Joko Djandra, Anita Kolopaking di acara ILC. (Via Tribun Timur). 

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Keberadaan buronan kasus Bank Bali, Djoko Tjandra yang sempat berada di Indonesia sebelum terakhir diketahui berada di Malaysia menuai polemik.

Mulusnya jalan Djoko Tjandra ke Malaysia diduga karena bekal 'surat sakti' yang diteken Brigjen Prasetijo Utomo selaku Kepala Biro Koordinasi dan Pengawasan PPNS Bareskrim Polri.

Surat tersebut tertuang dengan Nomor: SJ/82/VI/2020/Rokorwas, tertanggal 18 Juni 2020.

Dalam surat tersebut Djoko Tjandra diagendakan berangkat pada 19 Juni dan pulang 22 Juni 2020.

Namun, hingga saat ini Djoko tak diketahui keberadaannya.

Mengenai 'surat sakti' tersebut, pengacara Djoko Tjandra, Anita Kolopaking, mengaku tak tahu menahu.

Ia menampik isu yang menyebut bahwa tim pengacara ikut mengurus dan melobi Brigjen Prasetijo agar menerbitkan surat jalan bagi Djoko Tjandra.

"Saya tidak mengurus hal tersebut (surat sakti)," ujar Anita, Kamis (16/7/2020).

Isu keterlibatan Anita dalam mengurus dan melobi Brigjen Prasetijo agar menerbitkan surat jalan bagi Djoko Tjandra mencuat setelah foto-foto dan video pertemuannya dengan Ketua Mahkamah Agung Muhammad Syarifuddin, dan Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan beredar di dunia maya.

Adalah akun Twitter @xdigeeembok yang mengunggah foto-foto dan video Anita bersama Ketua Mahkamah Agung dan Kepala Kejaksaan Negeri Jaksel itu.

Akun tersebut menjelaskan bahwa Anita adalah orang yang mengatur kedatangan Djoko Tjandra di Indonesia hingga bisa membuat E-KTP.

Tak hanya itu, akun tersebut juga mengunggah jepretan layar pesan singkat Anita Kolopaking dengan Djoko Tjandra.

Mengenai semua foto dan video yang beredar itu, Anita mengaku telepon selulernya telah diretas atau di-hacked sehingga foto dan video miliknya beredar luas di media sosial.

Anita mengatakan itu dilakukan oknum yang sengaja ingin merusak nama baiknya.

Anita juga mengatakan bahwa foto-foto yang beredar itu sudah lama. Namun, diunggah oleh pihak yang meretas ponselnya lalu diberikan narasi negatif.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved