Senin, 1 Juni 2026

Warga Sultan Daulat Harap Penegerian SMA 8, Siap Hibahkan Lahan 5 Hektare

Ribuan warga yang bermukim di lima desa dalam Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam, berharap penegerian Sekolah Menengah Atas

Tayang:
Editor: bakri
Serambinews.com
Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Aceh, Drs H Rachmat Fitri HD MPA berbincang dengan siswa SMA 8 Subulussalam di Cipare-Pare, Sultan Daulat, Kota Subulussalam saat berkunjung, Kamis (16/7/2020). 

SUBULUSSALAM - Ribuan warga yang bermukim di lima desa dalam Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam, berharap penegerian Sekolah Menengah Atas (SMA) 8 Subulussalam. Keinginan itu disampaikan Muzimin Hadi Prayetno alias Pakde dari Komite Sekolah, di hadapan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Aceh, Drs H Rachmat Fitri HD MPA saat berkunjung ke SMA 8 Subulussalam, Kamis (16/7/2020).

Pakde mengulas cikal bakal pendirian SMA 8 Subulussalam di Cipare-pare yang bermula akibat kesulitan mereka menyekolahkan anak ke jenjang SMA. Pasalnya, jarak kelima desa yang ada di sana cukup jauh ke SMA yang ada di Simpang Kiri maupun Sultan Daulat. Masalahnya, di Subulussalam mobil angkutan sangat terbatas dan tidak dapat diandalkan oleh siswa pergi ke sekolah.

Satu-satunya sarana transportasi masyarakat adalah sepeda motor. Namun, tidak semua warga mampu membelinya. "Padahal kami ingin agar anak cucu kami bisa mendapat pendidikan yang lebih baik,  makanya dengan berbagai upaya kami sepakat membuat sekolah SMA di desa ini," ujar Pakde yang mengaku merintis pembukaan SMA 8 Subulussalam, tiga tahun lalu.

Walhasil, atas kesepakatan warga lima desa masing-masing Namo Buaya, Batu Napal, Cipare-Pare Timur, Cipare-Pare dan Lae Simolap, dilangsungkanlah proses belajar-mengajar dengan jumlah 27 siswa.

Kini, jumlah siswa SMA 8 Subulussalam sudah mencapai 57 orang. Para siswa diajar 17 guru yang semuanya dibiaya secara swadaya oleh masyarakat. Kini, masyarakat di lima desa mengharapkan kepada Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah melalui Kadisdik Aceh Rachmat Fitri agar membantu proses penegerian SMA 8 Subulussalam. Sebab, kata Pakde, mereka saat ini dengan swadaya masyarakat SMA 8 Subulussalam hanya punya gedung darurat tanpa fasilitas memadai. Padahal, SMA 8 Subulussalam sudah memiliki siswa hingga kelas 3.

Untuk mendukung penegerian SMA 8 Subulussalam, Pakde memastikan masyarakat sudah menghibahkan lahan seluas 5 hektare. Saat ini sudah 2 hektare lahan yang dihibahkan lengkap sertifikat.

"Nanti kalau perlu kami berikan tiga hektare lagi lahan secara cuma-cuma tanpa gantirugi. Jangankan lahan, tanaman kelapa sawit yang ada di dalam tanah itu juga tidak perlu diganti rugi pemerintah, yang penting anak-anak kami bisa bersekolah di SMA Negeri. Kami masyarakat sepakat menghibahkan semua tanpa ganti rugi," pungkas Pakde.

Terkait permintaan warga, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Aceh, Drs H Rachmat Fitri memberikan apresiasi. Permintaan warga soal penegerian SMA 8 Subulussalam dinilainya patut didukung,  karena fakta lapangan fasilitas yang disiapkan memadai. Lahan bahkan dihibahkan  lima hektar tanpa ganti rugi. Dia berjanji akan memperjuangkan penegerian SMA 8 Subulussalam. Dia pun meminta agar segera disiapkan dokumen persyaratan.

"Kalau kita lihat ini patut diperjuangkan. Karena masyarakat mendukung, tanah dihibahkan dan bangunan sementara saja telah dibuat, bahkan gaji guru juga ditanggung swadaya," ungkap Rachmat.

Meski demikian, Rachmat mengaku tetap akan menyampaikan kepada pimpinannya yakni Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah. Rachmat menyatakan, sebenarnya Plt Gubernur Aceh sangat mendukung apalagi masalah pendidikan yang memang menjadi program kerjanya. Penegerian SMA 8 Subulussalam, kata Rachmat,  sejalan dengan program pemerintah  yakni Aceh Carong. (lid)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved