Sabtu, 18 April 2026

Dampak Banjir Bandang di Luwu Utara, 40 Orang Hilang dan 36 Meninggal Dunia

BNPB mecatat, sebanyak 40 orang hilang dan 36 meninggal dunia akibat banjir bandang yang terjadi di Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan.

Editor: Faisal Zamzami
ANTARA FOTO/ABRIAWAN ABHE
Keluarga korban menangis saat melihat proses pencarian korban banjir bandang di Desa Radda, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, Sabtu (18/7/2020). Hingga hari kelima, tim SAR telah menemukan 36 korban meninggal dunia dan 18 orang lainnya masih terus dilakukan pencarian. ANTARA FOTO/Abriawan Abhe/wsj.(ANTARA FOTO/ABRIAWAN ABHE) 

SERAMBINEWS.COM - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mecatat, sebanyak 40 orang hilang dan 36 meninggal dunia akibat banjir bandang yang terjadi di Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan.

Data itu berdasarkan rekapitulasi sementara BNPB yang terhitung hingga Sabtu (18/7/2020).

"Sampai dengan 18 Juli 2020, status korban jiwa yang meninggal dunia berjumlah 36 orang, 40 orang hilang, luka-luka 58 orang, dan total korban terdampak 3.627 KK atau 14.483 jiwa," ujar Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB, Wisnu Widjaja saat membuka konferensi pers virtual yang digelar BNPB, Minggu (19/7/2020).

 Banjir bandang tersebut juga menyebabkan kerusakan berbagai fasilitas yang meliputi sembilan unit sekolah, 13 unit rumah ibadah, tiga unit fasilitas kesehatan, dan delapan unit kantor pemerintahan.

Banjir pun menyebabkan jalan sepanjang 12,8 kilometer rusak.

Selain itu, sembilan unit jembatan, dua unit fasilitas umum, 100 meter pipa air bersih, dua bendungan irigasi, satu pasar tradisional, dan 61 unit mikro usaha terdampak.

Selanjutnya, 219 hektar lahan pertanian, 241 hektar lahan persawahan, akses jalur poros Masamba-Baebunta, jalan poros Sabbang menuju Desa Malimbu masih tertimbun lumpur dan hanya bisa dilalui menggunakan roda dua.

Terakhir, satu unit peralatan dapur umum BPBD terbawa hanyut pada saat penanganan Sungai Masamba.

Wisnu menuturkan, terdapat tiga kecamatan terdampak banjir bandang, yakni Masamba, Sabbang, Baebuntah, Baebuntah Selatan, Malangke, dan Malangke Barat.

"Di mana 76 titik pengungsi tersebar di tiga kecamatan, yaitu di kecamatan Sabbang, Baibuntah, dan Masamba," katanya.

 Wisnu menambahkan, BNPB, BPBD, kementerian/lembaga, TNI-Polri, dan pemerintah daeah setempat masih terus melakukan inventarisasi dan pengkajian terhadap dampak banjir bandang tersebut.

"Yakni menilai seberapa besar yang terjadi dari sisi korban jiwa, situasi sosial, dampak ekonomi seperti harta bend, kerusakan infrastruktur, fasilitas umum, serta upaya penanganan darurat bagi korban terdampak di wilayah tersebut," kata dia.

Bupati Luwu Utara: Pemkab Siap Tindak Tegas Jika Pembalakan Hutan Jadi Penyebab Banjir

Banjir bandang menyapu sebagian wilayah Kota Masamba dan Desa Radda di Kecamatan Baebunta, Luwu Utara, Senin (13/7/2020) lalu.

Banjir bandang tersebut terjadi akibat longsornya Gunung Lero dan Magandang. Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani melakukan peninjauan ke titik bencana, Sabtu (18/7/2020).

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved