Kamis, 4 Juni 2026

Luar Negeri

Uni Emirat Arab Luncurkan Pesawat Pertama ke Mars, Roket UEA Punya Misi Berbeda dari Negara Lain

EA) resmi dimulai, seiring dengan peluncuran roket H-2A di pangkalan antariksa Tanegashima, Jepang, pada Senin (20/7/2020) waktu setempat.

Tayang:
Editor: Faisal Zamzami

Tim dari UEA dan Amerika inilah yang merancang Hope, termasuk membuat tiga instrumen yang di wahana tersebut yang akan mempelajari atmosfir Mars.

Tugas dibagi menjadi dua, sebagian dikerjakan di Laboratorium Atmosferik dan Fisika Ruang Angkasa (LASP) Universitas Colorado dan sebagian lagi di Pusat Ruang Angkasa Mohammed Bin Rashid (MBRSC) di Dubai.

S
Mars diyakini pernah punya laut dan sungai seperti yang ada di Bumi.(ESA/DLR/FU BERLIN via BBC INDONESIA)

Insinyur senior LASP, Brett Landin, meyakini ke depan UEA bisa menjalankan misi ke ruang angkasa tanpa bantuan negara lain berkat pengalaman dari misi Hope.

Ibarat belajar naik sepeda, kata Landin, seseorang tak bisa memahami cara naik sepeda sampai ia belajar secara langsung dan kemudian menguasai teknik naik sepeda. Prinsip yang sama berlaku untuk membuat wahana antariksa.

"Para insinyur (UEA) sudah punya pengalaman dan pengetahuan. Mereka sudah tahu caranya bila ingin membuat wahana antariksa di masa depan," kata Landin.

Para ilmuwan UEA tak ingin Hope melakukan penelitian yang sudah dilakukan negara-negara lain.

Itulah sebabnya mereka ke NASA dan bertanya bidang kajian apa saja yang belum pernah dilakukan.

 Jawaban dari ini menjadi pijakan misi Hope dan dari sini para ilmuwan memutuskan untuk secara khusus mempelajari cuaca dan iklim Mars.

Perubahan telah membuat Mars kehilangan air dan para ilmuwan ingin mendapatkan jawaban faktor-faktor penyebabnya.

Untuk mendapatkan data ini, Hope akan mengorbit di atas ekuator Mars pada ketinggian 22.000 km hingga 44.000 km.

Siapa Sarah Al Amiri?

Tim ilmuwan dipimpin oleh Sarah Al Amiri, yang juga adalah Menteri Riset dan Teknologi UEA.

Ia memulai karier di Pusat Ruang Angkasa Mohammed Bin Rashid sebagai insinyur perangkat lunak dan sekarang banyak terlibat di proyek Hope.

Sekitar 34 persen staf yang bekerja di Hope adalah perempuan.

Menurut Sarah Al Amiri, ada kesenjangan gender di proyek Hope, terutama di jenjang wakil manajer, yang bertanggung jawab kepada direktur proyek, Omran Sharif.

UPDATE Covid-19 Indonesia 20 Juli 2020: Total 88.214 Kasus, 46.977 Pasien Sembuh, 4.239 Meninggal

Ini Hasil Swab 14 Paramedis di Lhokseumawe yang Sempat Kontak dengan Pasien Terkonfirmasi Covid-19

Aktivis Hewan Malaysia Beri Hadiah Bagi yang Temukan Pembakar Kucing Hidup-hidup Setara Rp 34 Juta

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Luncurkan Pesawat Pertama ke Mars, Misi Uni Emirat Arab Berbeda dari Negara Lain",

Sumber: Kompas.com
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved