Breaking News:

Destinasi Wisata

Alue Keujrun, Tujuan Ekowisata Baru di Aceh Selatan

Lokasi Alue Keujrun berada 22 Km dari pelabuhan Jambur TK Menggamat Kluet Tengah, yang memakan waktu 2 jam perjalanan dengan menggunakan sampan mesin.

Foto kiriman warga
Wisatawan menumpang sampan mesin menuju lokasi Alue Keujrun di Kabupaten Aceh Selatan. 

Laporan Taufik Zass | Aceh Selatan

SERAMBINEW.COM, TAPAKTUAN - Desa Alue Keujrun, Kecamatan Kluet Tengah, Kabupaten Aceh Selatan merupakan salah satu pemukiman penduduk yang dihuni sekitar 68 kepala keluarga, dimana letaknya diapit oleh pegunungan di kaki gunung Leuser yang menawarkan berbagai keunikan dan destinasi diantaranya, memancing, tracking, hiking, camping, arung jeram, kuriner ikan kerling, penelitian dan pengabdian serta konservasi edukasi.

Selain keindahan alam, udaranya sejuk dan bersih juga telah ditemukan sumber air panas di kawasan ini yang berjarak sekitar 3 kilometer dari gampong Alue Keujrun, dimana sangat cocok dijadikan sebagai uji adrenalin pada petualangan anda.

Adapun jaraknya sekitar 22 kilometer dari pelabuhan Jambur TK Menggamat Kluet Tengah atau bisa memakan waktu 2 jam perjalanan dengan menggunakan sampan mesin.

Sementara itu Keuchik Alue Keujrun, Agustaria Bangun mengatakan, desa yang dipimpinnya siap dijadikan tujuan ekowisata baru di Kluet Tengah Aceh Selatan.

"Saat ini memang kami sedang berbenah kearah tersebut, adanya balai desa yang bisa dijadikan sebagai rumah singgah dan kami akan membangun berbagai fasilitas pendukung lainnya", ujar Keuchik Agus.

Lanjutnya, namun ia berharap dukungan pemerintah dan berbagai pihak terkait dengan program yang sedang direncanakan, setidaknya membantu untuk mempromosikan potensi desa yang dipimpinnya karena bisa menstimulus ekonomi masyarakat yang sedang lesu, jelasnya.

Salah seorang pengunjung dan juga dosen Politeknik Aceh Selatan, Hasbaini, merasa takjub setelah melihat potensi desa tersebut dan mengatakan gampong Alue Keujrun sangat cocok dijadikan sebagai destinasi ekowisata atau ekoturism yang merupakan salah satu kegiatan pariwisata yang berwawasan lingkungan dengan mengutamakan aspek konservasi alam, aspek pemberdayaan sosial budaya ekonomi masyarakat lokal serta aspek pembelajaran dan pendidikan.

"Untuk menuju kearah tersebut, fasilitas sarana prasarana harus tersedia sebagai salah satu daya tarik tersendiri bagi para petualang dan pecinta alam untuk menguji adrenalin di kawasan ini dan pada akhirnya ekonomi masyarakat akan ikut terangkat," pungkasnya.(*)

Mike Tyson Naik Ring Lagi, Ini Pengakuan Presiden Bare Knuckle Fighting Championship David Feldman

Harimau Siberia yang Sedang Sakit Gigi dan Kurus Kering, Datangi Manusia untuk Minta Pertolongan

Vaksin Corona Beredar Awal 2021, Masyarakat Diminta Tetap Disiplin Menjalankan Protokol Kesehatan

Utang Indonesia Meningkat Jadi Rp 5.264,07 Triliun Hingga Akhir Juni 2020

Penulis: Taufik Zass
Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved