Breaking News:

Anggota DPRA Dukung Pelepasan Kawasan Hutan Tanaman Industri

Ketua Komisi IV DPRA, Saifuddin Yahya SE, mendesak Pemerintah Aceh untuk mengurusi pelepasan wilayah konsesi hutan tanaman industri

Anggota DPRA Dukung Pelepasan Kawasan Hutan Tanaman Industri
IST
SAIFUDDIN YAHYA Ketua Komisi IV DPRA

BANDA ACEH - Ketua Komisi IV DPRA, Saifuddin Yahya SE, mendesak Pemerintah Aceh untuk mengurusi pelepasan wilayah konsesi hutan tanaman industri (HTI) yang dikuasai oleh PT Aceh Nusa Indrapuri (ANI). Desakan tersebut muncul dalam pertemuan penyerahan surat tembusan permohonan pelepasan ke Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup RI, di Gedung DPRA, 17 Juli 2020. Pertemuan itu turut dihadiri perwakilan masyarakat dari empat kecamatan di Aceh Besar yaitu Blang Bintang, Kuta Cot Glie, Indrapuri, dan Seulimuem.

”Masyarakat sudah memiliki lahan di kawasan ini sejak lama. Bahkan, beberapa lahan sudah ada surat keterangan tanah yang dibuat sejak tahun 1973. Saat dimulai kegiatan HTI oleh PT ANI tahun 1995, masyarakat diajak untuk ikut serta dengan harapan pohon itu nanti dibeli oleh perusahaan. Namun, saat warga mengurus kembali akta tanah setelah tsunami, pihak BPN (Badan Pertanahan Nasional) tidak bisa mengeluarkan surat karena masuk dalam kawasan konsesi HTI,” jelas politisi Partai Aceh (PA) yang akrab disapa Pak Cek, ini.

Kondisi tersebut, menurut Saifuddin, tentu memberatkan masyarakat sebagai pemilik lahan yang sah. Sebab, sambungnya, klaim sepihak oleh perusahaan tanpa dibebaskan secara sah tidak bisa diterima oleh warga setempat. “Kami mewakili DPRA mendukung langkah warga untuk melepaskan kawasan konsesi ini, meski Presiden Jokowi meminta 20 persen lahan konsesi itu yang dilepas. Jadi, kami meminta Presiden dan Menteri Lingkungan Hidup agar kawasan konsesi HTI dapat dilepas seluruhnya,” ungkap Pak Cek, kepada Serambi, Senin (20/7/2020).

Seperti diketahui, tambah Saifuddin Yahya, angka kemiskinan masyarakat di sekitar kawasan HTI sangat tinggi, terutama di Kecamatan Seulimuem, Kuta Cot Glie, dan Indrapuri. Di masa pandemi Covid-19 ini, kata Pak Cek, masyarakat tentu memerlukan lahan untuk bercocok tanam dalam rangka memastikan ketahanan pangan terlaksana seperti salah satu program strategis Presiden Jokowi.

Pak Cek berharap Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah MT, supaya mendukung langkah yang sedang ditempuh oleh warga untuk melepaskan kawasan konsesi HTI yang masih dikuasai oleh PT ANI tersebut. “Kami juga berharap Pak Presiden Jokowi dan Menteri Lingkungan hidup dapat segera merespons permohonan warga dan membebaskan kawasan ini ke pemilik sebenarnya yaitu masyarakat Blang Bintang, Kuta baro, Indrapuri, Montasik, Kuta Cot Glie, Seulimuem, dan Lembah Seulawah,” pungkas Saifuddin Yahya. (jal)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved