Meninggal di RS Kuala Lumpur, Warga Aceh Dikebumikan di Malaysia
Seorang warga Aceh yang sedang menjalani perawatan karena radang otak di Hospital Ampang Kuala Lumpur Malaysia, dilaporkan meninggal
IDI - Seorang warga Aceh yang sedang menjalani perawatan karena radang otak di Hospital Ampang Kuala Lumpur Malaysia, dilaporkan meninggal dunia. M Rizal (28) pemuda asal Gampong Blang Pohroh, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe. meninggalkan seorang istri dan anak berusia 4 tahun di Aceh.
Bukhari Ibrahim, Ketua Sosialisasi Umah Ban Sigoem Aceh (SUBA) di Malaysia, kepada Serambi, Selasa (21/7) malam mengatakan almarhum meninggal dunia Selasa (21/7) sore hari ini sekitar pukul 16.30 waktu Malaysia. Bukhari mengaku sudah berkoordinasi dengan keluarga M Rizal di Aceh dan berdasarkan keputusan keluarga, almarhum dikebumikan di pemakaman Selayang Baru, Selangor, Malaysia.
“Segala pengurusan jenazah almarhum di rumah sakit Malaysia diurus oleh Haikal, Sekretaris SUBA dan setelah ada surat izin dari Kedutaan Besar Indonesia di Malaysia, jenazah almarhum langsung dikebumikan,” ungkap Bukhari. Bukhari, mengatakan almarhum masuk rumah sakit Ampang Kuala Lumpur Malaysia pada 15 Juli 220 dan tak sadarkan diri sejak 17 Juli 2020.
“Di rumah sakit almarhum sudah dirawat secara itensif, namun kondisinya terus memburuk dan meninggal dunia,” ungkap Bukhari. Sebelumnya, jelas Bukhari, M Rizal (28) datang ke Malaysia pada 10 Maret 2020, untuk mencari pekerjaan untuk menghidupi istri dan anak semata wayangnya berusia 4 tahun di Aceh.
Namun baru beberapa hari anak muda kelahiran Gampong Lancang, Jeunieb ini tiba di negeri jiran dan belum sempat bekerja, Pemerintah Malaysia sudah menerapkan Perintah Kawalan Pergerakan (PKP) pada 18 Maret 2020 lalu untuk menangani Pandemi Covid-19. Akibatnya, anak muda ini harus bersabar menunggu sampai berakhirnya Pandemi sampai sektor pekerjaan diizinkan untuk beraktivitas kembali.
Lalu pada 10 Juli 2020 lalu, setelah sekitar empat bulan berada di Malaysia, dia merasakan sakit di kepalanya. Setelah beberapa hari sakitnya tidak reda, maka Rizal menjalani pemeriksaan dan dirawat rumah sakit. Lalu, hasil pemeriksaan dokter keluar 17 Juli 2020, dan almarhum didiagnosa dokter mengidap radang otak karena ada jangkitan kuman.
Dokter pun merekomendasikan agar M Rizal dioperasi. Saat dirawat di rumah sakit, Bukhari mengaku ia dan sekretarisnya Haikal sudah menjenguk M Rizal dan menemui dokter. Saat itu, jelas Bukhari, berdasarkan keterangan dokter biaya operasi untuk almarhum hingga selesai sekitar 20 ribu Ringgit Malaysia, atau Rp 66 juta.
Karena itu, jelas Bukhari, Sosialisasi Umah Ban Sigoem Aceh (SUBA), dan komunitas masyarakat Aceh yang ada di Malaysia, yang mengetahui kondisi M Rizal harus dioperasi berupaya menggalang dana untuk membantu biaya operasinya.
Selain itu, pihak keluarga M Rizal di Aceh juga mengumpulkan dana sesuai kemampuan untuk biaya operasi almarhum. “Namun Allah SWT berkehendak lain, dan sudah takdirnya almarhum kembali kepada sang Khalik. Kita doakan semoga almarhum khusnul khatimah,” ungkap Bukhari, yang juga Wakil Ketua Komite Pemulangan Pekerja Migran (PMI) asal Aceh ini.(c49)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/ketua-suba-di-malaysia-bukhari-bicara-soal-anak-dibawa-kabur.jpg)