Berita Aceh Tamiang
Wabah Covid-19 Mulai Mengancam Wisata di Aceh Tamiang
Taman Rekreasi Cucu Kakek di Kampung Kualagenting, Bendahara, Aceh Tamiang terancam tutup setelah dalam empat bulan terakhir tak dikunjungi wisatawan
Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Muhammad Hadi
Laporan Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang
SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG – Taman Rekreasi Cucu Kakek di Kampung Kualagenting, Bendahara, Aceh Tamiang terancam tutup setelah dalam empat bulan terakhir tidak dikunjungi wisatawan.
Taman rekreasi dilengkapi kolam pemandian, bebek dan sepeda air, kereta api hingga koleksi beberapa binatang, seperti tuntong laut dan buaya.
Tapi tidak mendapat pemasukan menyusul adanya kebijakan menutup sementara hingga wabah Covid-19 berakhir.
Lahan seluas satu hektare pun terlihat mulai ditumbuhi semak.
“Kalau yang datang hanya untuk selfie setiap hari ada. Tapi kan saya tidak mengutip uang masuk,” kata Jaiman, pemilik Taman Rekreasi Cucu Kakek, Rabu (22/7/2020).
• Pemuda Palestina Panjat Dinding dan Duduk di Jendela Demi Lihat Ibu Dirawat Positif Covid-19
Jaiman memang sedikit unik dalam menjalankan bisnis taman rekreasi yang didirikannya pada 2014 ini.
Dia sama sekali tidak mengambil keuntungan dari tiket masuk maupun pengunjung yang datang hanya sekadar untuk menumpang berfoto.
• Akibat Covid-19, Pilot Beralih Profesi jadi Pengantar Makanan, Antar Pesanan Pakai Moge
“Kalau main wahana baru bayar, itupun tidak mahal-mahal,” ungkapnya.
Pemberian nama Taman Rekreasi Cucu Kakek ini sendiri juga memiliki makna mendalam.
Awalnya Jaiman berniat menggratiskan seluruh wahana bermain ini karena dia menganggap anak-anak yang datang bermain sebagai cucunya sendiri.
Namun dalam perjalanan waktu, pengunjung terus bertambah hingga dia merasa perlu biaya untuk merawat alat permainan dan memberi upah kepada petugas yang membersihkan toilet ataupun kolam.
• Video Viral Seorang Pria di Malaysia Menyeret Kucing Sambil Diikat Leher
“Semua yang datang saya anggap cucu sendiri. Masa cucu dimintai bayaran juga. Tapi karena semakin ramai, ada saja alat mainan yang rusak, kan butuh biaya untuk perawatan,” ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, Jaiman berharap pemerintah lebih memerhatikan kondisi para pelaku usaha dalam setiap mengambil kebijakan, khususnya yang berkaitan dengan penanggulangan Covid-19.
Menurutnya kondisi ini tidak hanya dialaminya sendirian, tapi dipastikannya seluruh pelaku usaha sejenis juga terancam gulung tikar.
“Kalau dalam waktu dekat tidak ada perubahan, maka bisa dipastikan tidak lama lagi kami semakin sulit menghidupkan kembali tempat usaha ini,” ungkapnya. (*)
• Bocah yang Sempat Viral karena Tiba-tiba Muncul Saat Wawancara Ternyata Mengalami Ini, Stop Bullynya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/wisata-aceh-tamiang-dampak-wabah-corona.jpg)